DIGUNA GUNA DIREKTUR YANG GANTENG

SLOT GACOR SLOT GACOR

DIGUNA GUNA DIREKTUR YANG GANTENG
CERITA SEX GAY,,,,,

ARMAN pulang tampak letih sekali. Sesekali ia menyibakkan rambut ikalnya yang menempel di dahinya. Wajah indonya yang tampan hasil campuran Cina-Belanda sangat kentara sekali. Dengan tinggi badan 179 cm yang menjulang, dia kelihatan macho dan atletis. Ia segera memasuki kamar dan merebahkan tubuhnya ke kasur yang empuk. AC kamar terasa menyejukkan. Beberapa kali Arman menarik nafasnya dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan. Jam dinding telah menunjukkan pukul 21.00. FREDRICK ARMANDO (Arman) – adalah Direktur sebuah perusahaan farmasi terkenal yang memproduksi obat- obatan dan vitamin. Pada usianya yang ke 32 Arman dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses sehingga dia disegani oleh kolega dan relasi kerjanya. Kesibukannya sebagai eksekutif sebuah perusahaan besar membuat Arman kadang lupa waktu dalam bekerja. Entah mengapa, beberapa hari ini ia merasakan gelisah tak menentu. Ia tak mampu membaca keinginan hatinya. Ada rasa kesepian yang sangat menyengat. Kesibukan kantornya tak mampu menghilangkan perasaan itu. Sehingga di depan komputer ia lebih banyak menghabiskan waktu membuka internet. Kemarin, tanpa sengaja ia membuka situs yang menampilkan tubuh kekar yang bugil dengan memamerkan kejantanan yang besar dan panjangnya di atas rata-rata. Melihat tampilan itu, aliran darahnya berdesir dari kepala, hingga desiran aliran itu terasa di kontolnya, yang mengakibatkan lambat laun namun pasti, kontolnya menegang dan membesar, hingga tampak urat-urat menyembul di batangnya. Tampilan situs itu membuatnya gelisah sendiri, sehingga jarinya yang panjang mengklik salah satu gambar. Dan hasilnya membuat detak jantungnya makin tak beraturan. Di depan layar komputernya menampilkan seorang lelaki tampan sedang memasukkan penisnya yang panjang ke lubang anus lelaki tampan yang lainnya. Arman merasakan barangnya semakin menegang, yang mengakibatkan tampak menyembul di balik celana katunnya.
———————————

”Permisi tuan…!!” Pintu kamar diketuk. Lamunannya buyar seketika. Arman menarik nafas berat. Kepalanya tiba-tiba saja berdenyut. ”Tuan…, makan malam telah disediakan…,” suara Mbok Min menyadarkan dirinya. ”Sebentar, mbok…!!” Arman membuka baju kemejanya. Tubuhnya berkeringat. Ia bergerak mengambil handuk dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi. Arman membuka singlet dan celana yang ia pakai. Arman boleh dibilang agak narsis karena dia sangat mengagumi tubuhnya sendiri yang atletis dan berotot itu. Hingga bentuk tubuhnya kelihatan gagah. Arman melorotkan CDnya, hingga tak ada penghalang bagi matanya untuk melihat sesuatu yang besar dan panjang menggantung di antara kedua pahanya yang sexy. Panjangnya bisa mencapai 21 cm. Maklum turunan indo. Ada rasa kagum di hati Arman melihat penisnya yang besar dan panjang itu. Kepala penisnya lebih menyerupai helm, dengan lubang penis yang kecil namun sangatlah indah. Di pangkal batang penisnya tumbuh bulu yang lebat. Arman memang tak pernah mencukur bulu itu. Ia terlalu sibuk dengan urusan kantornya.
———————————

GIO PERKASA dengan ceria menyebarkan undangan pernikahannya. Seminggu lagi ia akan mengakhiri masa lajangnya. Wajah tampannya itu memancarkan kharisma tersendiri. ”Selamat ya Gio…” ”Makasih…” ”Akhirnya kamu bakal jadi pengantin juga Gio…”. Berbagai olokan dan komentar teman-temannya, membuat Gio tersipu malu. Senyumnya memang sangat menawan dengan bibir tipis yang sangat serasi dengan wajah tampannya. Tinggal satu undangan lagi yang belum ia sampaikan. Undangan spesial dan istimewa untuk Direktur perusahaan di mana ia bekerja selama satu tahun berjalan ini. BAPAK ARMAN, Direktur mudanya yang masih turunan indo itu. Gio mengenal Direkturnya itu dingin, dan jarang tersenyum. Wibawa terpancar dari wajah ganteng Direkturnya itu. Gio, perlahan-lahan mengetuk pintu ruang kerja Direkturnya itu. Ia memang jarang berinteraksi langsung dengan Pak Arman. Yang ia tahu lelaki itu tegas dan dingin dalam bersikap sehingga terkesan angkuh. ”Tok…tok…,”Gio mengetuk pintu itu perlahan-lahan. Pintu itu terkuak tak terkunci. ”Masuk…,”Suara bariton yang datar menyambut ketukan pintu itu. Gio melihat, Direktur muda itu sedang sibuk dengan laptopnya. ”Selamat pagi, Pak…. Arman terhenti dengan kesibukannya di depan laptop. Ia tak tahu, kenapa suara itu mampu menghentikan kegiatannya. Kepalanya terdongak dan melihat siapa pemilik suara itu. Arman terkesima seketika!. Wow..!. Dihadapan matanya berdiri sosok seorang pemuda yang tampan dengan penampilan yang rapih. Arman tergetar melihat pemuda yang jarang ia lihat itu. Aliran darahnya berdesir hingga membawa ke alam khayalannya. Kedatangan Gio ternyata amat menyesakkan jiwa dan raga Arman karena ketampanan dan penampilan kepribadian Gio yang menawan!. Mungkinkah Gio setara dengan Arjuna tokoh laki-laki tampan dalam Epik Mahabrata dan Mitologi Hindu yang digandrungi kaum wanita karena ketampannya? ”Duduklah…!!” Kaku Arman mengeluarkan kata-kata itu. Matanya berusaha kembali ke layar laptop, untuk mengurangi kegelisahan hatinya. ”Bapak mungkin tak terlalu mengenali saya. Nama saya Gio Perkasa. Sudah satu tahun berjalan bekerja di perusahaan Bapak,” ujar Gio memperkenalkan. Arman kembali memandang pemuda di depannya itu. Sangat menarik, dan mampu membawanya ke dunia khayalannya selama ini. ”Di bagian apa ?” Akhirnya Arman mengeluarkan suara baritonnya yang dibuat seramah mungkin. Namun, tetap terdengar dingin dan kaku. Gio sendiri akhirnya membenarkan cerita rekan- rekan kerjanya tentang sikap Direktur mudanya yang dingin. ”Di bagian Administrasi Produksi, Pak… ujar Gio. ”Ada apa?” tanya Arman lagi berpura acuh tak acuh ”Saya kesini, untuk menyampaikan undangan pernikahanku,” Gio tak ingin berlama-lama di ruang kerja Pak Arman. Apalagi suasana dingin dan kaku membuatnya tak betah. ”Undangan ??”Gemetar bibir Arman mengeluarkan kata- kata itu. Khayalannya sirna. Arman berusaha untuk mengatur detak jantungnya yang seakan ingin meledak-ledak, karena kekecewaan. ”Insya Allah, 4 minggu lagi aku akan menikah, pak. Mohon do’a restu Bapak.”.. ”Lho? 4 minggu lagi kan masih lama?” tanya Arman ”Iya pak, supaya bapak bisa mengatur waktu pak” ”Terimakasih. Silahkan kembali ke ruang kerja anda….,” nada bicara Arman hambar. Benar-benar terkesan dingin. ”Ya pak, mudah-mudahan bapak berkenan hadir dan memberi doa restu” Gio memberi salam, dan membalikkan tubuhnya. Arman melihat betapa indahnya pantat Gio yang tampak padat berisi. Hadirnya Gio yang hanya sesaat, membuat kesan tersendiri. Betapa ia selama ini disibukkan oleh aktifitasnya, sehingga tak tahu bahwa ada karyawannya yang begitu tampan mempesona. Ia memegang undangan itu dan melihat foto pre-wed Gio yang terpampang dengan senyum yang menawan. Dengan tidak sabaran, Arman segera menekan beberapa angka telepon yang diatas mejanya. ” Dewi, bawa Curicullum Vitae karyawan yang bernama Gio Perkasa sekarang juga…,” Hanya kata- kata itu yang keluar dari bibirnya. Arman menggerutu sendiri, dengan sikap gelisahnya itu. Menunggu Ibu Dewi, sekertaris senior itu sangat melelahkan. Tak dinyana, perjumpaan dengan Gio membuat otak Arman dipenuhi keindahan wajah dan tubuh Gio!. Arman jadi pre-occupied oleh Gio. ”Terlambatkah aku ?? Ia sangat menarik hatiku. Tampan dan sexy…,” guman Arman. Ia tak boleh terlambat. Ia tak ingin khayalannya, hanya sekedar khayalan belaka. Ia tak ingin batinnya tersiksa dengan hanya melihat gambar-gambar dari internet yang sangat menggoda kelaki- lakiannya. Arman mencoba melupakan Gio, tetapi wajah dan tubuh Gio seperti mendominasi otak dan pikirannya!.
———————————

GIO PERKASA, sesuai namanya adalah seorang pemuda dengan pembawaan yang gagah perkasa, Pada umur 26 tahun Gio punya tubuh yang sehat sempurna, tinggi, atletis. Gio adalah jebolan sebuah universitas ternama dan pernah magang di beberapa perusahaan terkenal dan sekarang dia sudah 1 tahun ini bekerja di perusahaan yang dipimpin oleh Pak Arman, Direkturnya Gio beruntung punya daya tarik dan sex appeal yang luar biasa bagi lawan jenisnya sehingga dia jadi “buah bibir” para karyawati di kantornya itu Ditunjang oleh penampilannya yang tampan Gio sempat beberapa kali pacaran dengan wanita wanita cantik sejak masa kuliah di kampusnya, bahkan tak jarang di masa mudanya Gio terjerumus dalam pergaulan bebas dengan meniduri gadis-gadis yang mendambakan kejantanan dirinya. Sebagai laki laki pejantan yang punya hasrat seksual yang normal, Gio memang suka meniduri cewek cewek sejak masa mudanya dan pada masa kuliah. Gio memang laki laki yang gede nafsu.!. Ceweknya Gio yang dulu, namanya ERIKA, tahu betul kelakuan binal Gio. Gila sex…!. Kalau tidak melampiaskan birahi seminggu saja kepala Gio bisa puyeng katanya. Libido seks Gio memang gila- gilaan. Untung aja Erika bisa menandingi gila sexnya Gio, maklum Erika memang pengalaman karena dia lebih tua 2 tahun dari Gio. Makanya waktu dulu itu Gio betah pacaran dengan Erika biarpun dia lebih tua. Untung aja Gio selalu main safe-sex dan selalu pake kondom karena dia tidak mau terjebak ceweknya hamil dan harus kawin muda. Sebelum dengan Erika, Gio sudah berkali-kali gonta-ganti pacar. Erika itu awalnya Cuma selingkuhan Gio. Tapi karena ngesex dengan Erika bisa memuaskan Gio maka Gio memutuskan untuk jadian dengan Erika. Meninggakan cewek-ceweknya yang laen. Tadinya Gio mencoba untuk setia dengan Erika. Tidak mau pacaran atau mecari cewek lain. Tapi mana tahan si Gio?. Baru seminggu Erika mendapat tugas keluar kota, kepala Gio sudah puyeng. Apalagi kepala bawahnya. Hehehe. Tapi begitu kenal DINI, seorang gadis cantik alim yang baru dikenalnya di Bandung, ternyata Gio langsung takluk sampai bertekuk lutut. Gio merasa telah menemukan cinta sejatinya Niat Gio untuk setia pada Erika terlupakan sudah. Yang ada didalah hati dan pikiran Gio sekarang hanya ada Dini. Dini dan Dini. Dan akhirnya sekarang Gio telah menentukan pilihan terakhir pada Dini yang amat dia cintai dan dia harapkan sebagai pendamping seumur hidupnya. Gio bertekad meminang Dini sebagai calon istrinya. Gio bersumpah tidak akan bertualang lagi dengan wanita-wanita lain dan akan menjadikan Dini sebagai satu- satunya wanita di dalam hidupnya kelak. Undangan yang Gio sebar memang untuk resepsi pernikahan dia dengan Dini, belahan jiwanya
——————————–

Bagi Gio, pertemuan dengan Pak Arman Direkturnya dianggapnya hanya sebagai formalitas karena dia harus memberitahi dan mengundang atasan dan pimpinan di kantornya itu.. Tapi bagi Arman, perkenalan pertama dengan Gio itu sangat membekas di hatinya. Selama berhari-hari wajah Gio selalu berada di dalam pikiran Arman, seolah menari-nari di depan matanya. Dan perlahan- lahan segala pikiran itu berkembang menjadi sebuah perasaan aneh dalam diri Arman. Perasaan yang menyimpang yang membuatnya ingin memiliki Gio. Dan perasaan itu berkembang bagaikan makhluk buas yang mencabik-cabik dirinya dari dalam, membuatnya lupa pada keadaan dirinya, membuatnya lupa jabatan tinggi di perusahaannya, lupa pada martabatnya. Keinginan menyimpang dari dalam diri Arman itu membuatnya malu karena dia berharap dapat bercinta dengan Gio, karyawannya sendiri, seorang lelaki straight normal yang akan segera melangsungkan pernikahan Arman ingin sekali dapat menikmati khayalannya dengan Gio, pemuda yang tampan itu agar menjadi kenyataan. Dan keinginan itu sangat kuat menyerang dirinya, cukup kuat untuk mendesaknya melakukan perbuatan terkutuk. Arman berniat ingin mengguna-gunai Gio. Dan didorong oleh keinginan yang menggebu-gebu itulah maka melalui internet, Arman mencari alamat Mbah Dukun yang terkenal dengan ilmu aji pengasihannya.
—————————————-

2 hari kemudian, Arman pergi menemui Dukun tsb. Rumah Dukun itu terpencil di pinggiran kota. Rumah itu sendiri tidak seberapa besar, sebuah rumah kayu berkesan kumuh dan hampir rusak. Kayu-kayunya sudah usang dan dimakan rayap, semantara sebagian gentingnya juga sudah pecah, ditambal oleh potongan asbes gelombang. Begitu masuk ke rumah itu, perasaan yang muncul adalah keseraman yang luar biasa. Dinding rumah itu dipenuhi oleh tengkorak- tengkorak binatang. Keseraman makin terasa saat masuk ke ruangan Dukun yang didominasi warna hitam. Ruangan tanpa jendela itu dipenuhi asap kemenyan yang membuat siapapun yang masih waras akan mabuk mencium baunya. Diatas meja nampak sebuah meja yang dipenuhi oleh sesaji, dupa dan benda- benda logam yang kemungkinan adalah jimat, dan ada juga botol botol porselen yang ditutup kain berwarna merah. “Ada keperluan apa nak?” Dukun itu berujar dengan suara berat. Dia memakai semacam jubah berwarna hitam yang terkesan kedodoran. Kumis dan jenggotnya yang sebagian sudah memutih dibiarkan memanjang dan tidak terawat. Matanya nanar menatap Arman yang duduk dengan perasaan ngeri. “A..anu.. Mbah..” Arman menjawab gemetar, badannya seolah menciut seukuran botol saat mata si Dukun menatapnya dengan tajam. ”Saya mau minta aji-ajian mantera pengasih” kata Arman. “Jadi kamu mau mengguna- gunai orang..?” si Dukun menebak. Arman mengangguk: ”Iya. Ada orang yang ingin saya buat supaya menyukai saya” Si Dukun mengangguk- angguk sesaat, lalu dia mulai merapal mantra-mantra sambil menghitung-hitung sesuatu dengan jari-jari tangannya. ”Ini.., kamu baca jampi- jampi ini dengan menyebut nama dan melihat foto orang yang kamu mau itu” . Mbah Dukun menyerahkan secarik kertas yang telah bertuliskan mantera Aji Pengasihan. “Terus bagaimana?” “Masih ada syarat lainnya” “Saya akan kerjakan Mbah, apapun akan saya kerjakan.” Arman berujar mantap. “Syaratnya, kamu harus membuat sebuah ramuan yang ditambah dengan isi botol ini” Si Dukun cabul itu memberi Arman semacam cairan yang dikemas dalam botol kecil berwarna hijau. ”Ramuan apa, Mbah ?” tanya Arman tak sabaran. ”Ramuan itu terdiri dari cairan dalam botol ini ditambah cairan spermamu yang dicampur dengan beberapa helai bulu penismu yang sebelumnya dibakar dan ditumbuk halus. Ramuan itu kamu campurkan ke dalam minuman yang harus diminum oleh orang yang jadi sasaranmu. Dan kamu harus membaca jampi- jampi pengasih tadi”. ”Apakah sasarannya bisa LELAKI atau PEREMPUAN??” tanya Arman dengan malu- malu sambil menerima kertas dan botol itu. ”Lelaki atau perempuan yang meminum ramuan itu akan terbakar birahi melihatmu. Dan belum terpuaskan sebelum dapat menikmati kegagahanmu,” Mbah Dukun tersenyum dengan mengelus-elus jenggotnya. ”Benarkah ? ” ”Kamu bisa membuktikannya. Kamu bisa menginginkannya kapan saja kamu mau. Apabila ia telah meminum ramuan itu, maka bila kamu menginginkannya, maka sebutlah namanya tiga kali sambil membaca jampi-jampi itu….”. ”Terimakasih, Mbah… ”Percayalah, ramuan yang aku beri nama aji birahi sukma itu akan sangat manjur. Kamu boleh mencobanya… Betapa senangnya hati Arman. Ia akan menjadikan mimpi dan khayalannya menjadi kenyataan. Ia ingin merasakan bagaimana nikmatnya mengentot lubang anus dan menghisap penis lelaki yang disukainya.
———————————–

Keesokan harinya, Arman tidak sabar lagi untuk membuktikan keampuhan ’ramuan aji pengasih’ dari Mbah Dukun. Di kantornya, Arman menyuruh Dewi, sekertarisnya, untuk memanggil Gio dengan membawa laporan bulanan divisi produksi. Ibu Dewi Bingung. Tumben atasannya meminta laporan bulanan dari karyawan yunior seperti Gio, tapi sebagai bawahan yang patuh, dia turuti permintaan Pak Arman. Dewi tidak tahu bahwa itu adalah siasat licik Pak Arman untuk menjebak Gio Tak berapa lama Gio datang tergopoh gopoh. ”Ini laporan yang bapak minta” kata Gio ketika dia masuk kekantor Pak Arman sambil menyerahkan laporan yang diminta. ”Silahkan minum itu dulu” ”Terimakasih Pak…,”Gio menyeruput juice jeruk yang telah disediakan. Arman melirik melihat betapa Gio menikmati juice yang telah dicampur dengan ’ramuan’ sperma dan bulu penisnya. Ada keraguan di hati Arman akan kemanjuran ’ramuan’ yang ia dapat dari Mbah Dukun. Arman melakukan itu, karena ia tertarik dengan wajah dan fisik Gio yang sangat menggoda hatinya. Ia tak ingin selalu larut hanya dengan impian dan khayalan. Ini adalah saatnya untuk mewujudkan impiannya itu agar menjadi kenyataan. Sosok Gio yang tampan dengan kharisma yang mempesona telah membuatnya ingin merasakan kehagatan dan getaran dari tubuh atletis Gio. Arman tak peduli, jika karyawannya itu adalah seorang pria straight yang akan menikah. Ia tak peduli itu ! Melihat sosok Gio, membuat birahinya berkobar dan menyala-nyala. Tapi Arman harus sabar sampai minuman yang dicampur ’ramuan itu’ ber- rekasi. Ya, Arman harus bersabar.
———————————–

Malam itu, sepulang dari kantor, Arman di kamarnya melafazkan mantera-mantera untuk membangkitkan naluri sex Gio dengan membakar kemenyan. Saat yang bersamaan, di tempat yang berbeda, Gio tidur dengan gelisah di kamarnya dan ia bermimpi seuatu yang teramat ganjil….., mimpi yang sama sekali tak pernah dia alami seumur hidupnya. Gio bermimpi melakukan hubungan seks yang mengebu-gebu dengan seseorang yang rasanya samar-samar dan tidak jelas, tapi perasaannya manusia itu sama-sama berjenis kelamin seperti dirinya. Di luar rumah Gio, cuaca hujan dengan derasnya membuat Gio terbangun, dan mendadak dia bingun. Di situ Gio duduk melamun sambil merenungan arti mimpinya. “Aneh… kok aku mimpi sedang bercinta dengan sesama laki-laki..? Ehhh ada apa ini..? Gila..” guman Gio. Saat meraba ke bawah, Gio kaget karena celananya basah berlepotan lender mani “Wah, sampai mimpi basah aku” Lalu gio meminum segelas air, kemudian kembali tertidur. Gio merasa khawatir, sebab saat itu di luar hujan dan diiringi suara halilintar yang keras. Ada perasaan ganjil yang Gio rasakan di dalam dirinya. Gio tak menyadari bahwa pada saat yang sama Arman telah melafalkan mantera- matera terhadap dirinya.
—————————-

Keesokan harinya Gio bicara secara terbuka pada ANDY sahabat karibnya sejak jaman kuliah dulu “ Kok tadi malam gua MIMPI ngeseks sama cowok sih??” Tanya Gio terus terang. “Ah, ada ada saja elu Gio” jawab Andy enteng. “Bener kok. Sepertinya nyata banget” “Naaahh… di mimpi itu, elu menikmati gak ngesex sama cowok?? Andy bertanya sambil bercanda. “Gak tau juga sih, tapi anehnya gue sampe ngecret”. “Nah lho?, jangan2 elu emang suka sama cowok??” jawab Andy “Sialan lu. Emangnya gua HOMO??” jawab Gio “Gua serius tanya elu nih Ndy” sambung Gio “Atau elu doyan maen sodomi sama cowok kali?” kata Andy sambil ngakak tertawa. “NAJISSS, GUA gak doyan lobang tai..!, apalagi lubang cowok”
——————————

Pada malam kedua, Arman pun melakukan ritual yang sama seperti yang diperintahkan si Mbah Dukun. Arman mulai melancarkan mantra pengasihan yang didapatnya. Sambil membakar kemenyan, Arman mulai membayangkan wajah Gio. Dengan mulut berkomat- kamit dia ”memanggil” nama Gio sambil terus melancarkan mantra pengasihannya. Di tempat lain, Gio yang sedang tidur lagi-lagi menjadi gelisah dan mendadak terbangun!. Hawa di sekitarnya seolah bertambah panas mambuat sekujur badannya berkeringat. Nafasnya perlahan-lahan memburu dan terengah-engah. Di dalam tubuhnya seolah meledak sebuah dorongan aneh yang membuat nafsu birahinya meledak, seperti ada binatang buas yang mencabik-cabik tubuhnya dari dalam. Dan sekali ini, Gio membayangkan seolah dirinya sedang bercumbu dengan Pak Arman, sang Direktur.. Sebagai laki-laki straight yang normal, Gio berusaha mati-matian menolak bayangan tak wajar itu, tapi Gio tidak tahan melawan dorongan birahi gaib itu, dia akhirnya melepas semua pakaiannya sehingga dia terbaring telanjang bulat di ranjang. Gio lalu mulai merangsang nafsunya sendiri dan dia bermasturbasi dengan mengocok-ngocok kontolnya dengan ganas sambil merintih-rintih penuh kenikmatan. ”Persetubuhan ghaib” antara Gio dan Arman berakhir setelah Gio mengalami klimaks!. Gio mengejang sambil merintih penuh kenikmatan, dari ujung kontolnya yang gede terpancar cairan pejuh yang dia tembakkan dengan deras sampai akhirnya tubuhnya kembali melemas dan terbaring terengah- engah di ranjang bersimbah keringat. Di tempat lain Arman pun merasakan kenikmatan yang sama dan akhirnya berejakulasi dengan menyemprotkan spermanya.
———————————–

Sejak malam itu, Gio tak mampu melepaskan bayangan Pak Arman dari pikirannya. Di mata Gio sekarang Pak Arman bukan lagi Direktur dan atasan, tapi sudah menjelma bagai pangeran idaman dalam dongeng. Di mata Gio sekarang Pak Arman adalah seorang laki laki gagah dan jantan yang senantiasa menggoda hasratnya. Pengaruh mantra pengasihan yang diberikan si Dukun benar-benar merasuki jiwa Gio. ”Gila ini..!. Gua kan cowok normal. Masa gua MIMPI ngeseks dengan Direktur gua?” Gio bingung. ”Ahh, apa mungkin karena gua lagi stress dengan persiapan pernikahan gua” demikian akhirnya pikir Gio. Dan sebagai pemuda yang terlahir dengan kodrat sebagai lelaki normal, Gio tak berani mengungkapkan ”persetubuhan gaib” yang dibayangkan antara dirinya dengan Direkturnya kepada siapapun.
———————————–

EMPAT HARI KEMUDIAN Gio tercenung sambil memegang HP genggamnya. Baru saja ia menerima telepon dari Ibu Dewi, sekertarisPak Arman, agar Gio malam itu datang ke rumah Pak Arman. ”Ada apa ya ? Apakah ada sikap ku yang membuat beliau tersinggung ?” ”Apa pak Arman tahu gua suka memimpikan dia?” ”Uhh, najis banget. Malu gua kalau ketahuan dia” Gio tak mampu menjawab semua pertanyaan yang berkecamuk di otaknya. Seorang Direktur yang terkenal dingin dan kaku, mengundangnya ke rumahnya. Padahal, 4 hari yang lalu ia terlibat komunikasi langsung dengan Direktur muda itu. Akhirnya Gio tak mau ambil pusing. Ia berprasangka baik saja dengan sikap Pak Arman yang menurutnya sangat susah di mengerti. Malam ini ia tak ada pilihan lain untuk datang ke rumah Pak Arman. Ia harus menghormati Direkturnya itu. Mungkin ini hanya masalah pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya dengan Pak Arman. ———————————–

Tepat pukul 20.00, Gio telah sampai di depan rumah Pak Arman. Rumah yang sangat mewah dan besar. Banyak pohon dan tanaman hias, membuat siapa saja yang datang terasa sejuk dan adem. ”Teeeeeeet….,”Gio menekan bel. Selang beberap menit, seorang ibu setengah baya, tergopoh-gopoh membuka pintu pagar. ”Den Gio ??”tanya perempuan setengah baya itu dengan hormat. ”Benar Bu..”. ”Sudah ditunggu Tuan dari tadi…,” ujar perempuan itu dengan tersenyum. ”Silahkan masuk Den..”. Gio melangkahkan kaki mengikuti langkah perempuan yang diperkirakan adalah orang yang bekerja di rumah Pak Arman. ”Tuan Arman, Den Gio sudah datang…,” ujar perempuan yang mengaku bernama Mbok Min melalui telepon intercom. ”Aku di atas…” Mbok Min mengajak Gio ke lantai atas. Rumah dengan interior yang sangat menarik dan indah. Ukiran kayu jati yang dipernis mengkilap menjadi penyangga kiri dan kanan tangga sebagai pegangan. Gio melihat, Pak Arman duduk di teras lantai atas dengan kursi goyang, sambil membaca koran. Rambut Pak Arman tampak hitam pekat dan mengkilap terpantul oleh sinar lampu. Tampak gagah! ”Tinggalkan kami berdua, Mbok… ”Baik, Tuan… Setelah Mbok Min berlalu, Gio dipersilahkan duduk. Hening beberapa saat. Pak Arman masih membaca koran. ”Maaf Pak, ada apa gerangan sehingga Bapak memanggil saya kemari ?” tanya Gio yang berusaha mencairkan suasana. Gio mengutuki dirinya yang merasa begitu gugup dan gelisah menghadapi Pak Arman. Apalagi Direkturnya itu memang tipe orang yang banyak diam dan sedikit bicara. Arman tampak menarik nafas, sambil meletakkan koran yang ia baca ke atas meja. ”Aku hanya menginginkan teman ngobrol,” ujar Arman tenang sambil melirik Gio yang tampak gelisah. Gio tidak sadar bahwa pada saat itu, Arman sedang merapalkan mantera- mantera pengasih didalam hatinya. Belum ada reaksi. Menurut Mbah Dukun, setelah beberapa menit mantera aji birahi sukma dibacakan, maka akan ada reaksi, yakni sikap gelisah yang tak menentu. Gio tak mengerti, kenapa ia suara bariton Pak Arman sangat menarik tak seperti biasanya. Wajah ganteng milik Direkturnya itu menimbulkan getar aneh dalam dirinya. Gio ingin memberontak, namun makin lama terasa ia ingin mendekap tubuh kekar milik Pak Arman. Penisn Gio perlahan-lahan menegang. Ada desiran indah terasa lembut. ”Ada apa dengan ku ? Ohh….Pak Arman…,” desis Gio tanpa suara.
———————————

Melihat gelagat kegelisahan Gio, Arman mendekati Gio perlahan. Tangan kekarnya merengkuh pundak Gio. Gio memejamkan matanya. Rengkuhan itu terasa indah. Belum pernah ia merasakan getaran indah seperti ini. ”Kamu tampan…,”bisik Arman mulai beraksi. Ia merasa yakin, ’ramuan’ itu mulai membuat gairah birahi Gio terusik. “Pak Arman…,”Gio menatap mata elang Pak Arman. Senyum tersungging indah di wajah Pak Arman, mempersonakan Gio. Senyum Pak Arman sungguh menggodanya. Gio semakin tak mengerti, hasratnya menggebu-gebu ingin dikecup oleh Pak Arman. ” Kamu mau menginap disini malam ini??,” tanya Arman. Ajakan yang aneh dari seorang atasan pria terhadap karyawan yang sama-sama lelaki. Tapi Gio mengerti maksud ajakan Pak Arman. Gio ingin menolak. Nalurinya sebagai lelaki normal ingin melawan keinginan itu Tapi saat Arman mulai memeluk Gio dengan erat, walau masih terasa kaku. Gio merasakan kedamaian dalam dekapan Pak Arman. Gio tak mampu menepis perasaan itu. Apalagi Gio merasakan tangan kekar Pak Arman menyentuh buah pantatnya, kemudia melingkar di pinggang. ”Kita ke kamar saja ya…” ajak Arman. Pintu kamar segera dikunci. Gio semakin mengharapkan Pak Arman mengecup bibirnya. Gejolak birahi Gio menuntut agar segera dilampiaskan. Gio bagaikan orang yang dahaga yang sangat membutuhkan air walau hanya setetes. Didalam hatinya Gio mati- matian masih mencoba bertahan. “Gua laki laki normal. Dan Pak Arman juga laki laki…. Gua sangat mencintai cewek gua, dan akan segera menikahi 3 minggu lagi” Tapi Gio tak mampu menahan serangan Arman dan tidak berusaha menghindarinya, kecuali jantungnya yang deg-deg-an semakin menahan gejolak “batas tidak wajar”.
—————————–

Senyum Arman tersungging. Ada kebanggaan yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Ini bukan mimpi. Ini bukan khayalan. Namun kenyataan yang telah lama dinanti- nantikan. Dengan perlahan, Arman mendekatkan bibirnya ke bibir tipis milik Gio. Sentuhan pertama Arman yang menggetarkan, mampu menggoncangkan seluruh urat nadi Gio. Ini untuk pertama kali Gio merasakan ciuman mulut seorang laki laki. ”Uhmmm, Pak… Saya anu Pak” gumam Gio Tapi tak tertahankan, Gio akhirnya menyambut pagutan bibir Arman dan keduanya saling melumat. Lidah keduanya menari-nari mengikuti irama birahi yang tak terkendalikan lagi. Deru nafas keduanya memenuhi ruangan itu bagai deru mesin. Gio membiarkan Pak Arman melumatnya dengan ganas. Tangan Arman meraba-raba punggung Gio, kemudian turun meremas kedua belah buah pantat Gio, pantat lelaki jantan yang kokoh dan padat. Getaran-getaran birahi semakin melanda sekujur tubuh Gio. Seperti terhipnotis, semua kendali kesadaran diri Gio sirna. Dalam perasaan Gio, sepertinya Pak Arman adalah orang yang memiliki dirinya dan berhak untuk berbuat apa saja terhadap dirinya. ”Duh.., Pak… saya kenapa Pak…”
—————————–

Dan saat Pak Arman mulai melucuti seluruh pakaiannya, sejenak Gio merasa jenggah karena tak pernah dia ditelanjangi oleh orang lain, apalagi oleh seorang lelaki dewasa. Tapi Gio merasa tubuhnya lemas, rasa malu menyelubungi seluruh pikirannya karena itulah pertama kalinya Gio berbaring telanjang bulat dihadapan Pak Arman yang memandangi tubuhnya dengan penuh nafsu. Tidak satupun kata yang bisa meluncur dari mulut Gio. Gio memang seorang laki laki normal. Tapi mantera-matera aji pengasih Arman mampu membuat Gio patuh dan tunduk. Gio yang baru PERTAMA KALI dicumbu oleh sesama lelaki seperti itu tak bisa menahan gejolak nafsunya yang membara. Dan Arman yang lebih berpengalaman, memanfaatkan Gio dengan sebaik-baiknya. Jahat sekali Arman, menjebak seorang laki laki normal kedalam pergumulan sejenis. Walaupun dalam usia 26-an, Gio bukan remaja lagi, tapi dalam ketidak tahuan seluk belum percintaan sejenis, sikap Gio teramat lugu bagai seorang bocah laki laki yang tak sadar bahwa dirinya sengaja diperdaya dan disihir oleh mantera mantera aji pengasih yang terus merangsang hasrat Gio untuk mencoba percintaan sejenis dengan sesama lelaki. Malam itu Gio tak kuasa menahan dirinya untuk tidak tenggelam dalam lautan kenikmatan dengan sesama lelaki yang seumur hidupnya tidak pernah dia alami. Terlupakanlah cewek, tunangannya yang mungkin sedang tidur pulas nun jauh di rumahnya. Gio dalam keadaan sadar se- sadar-sadanya dan tidak sedang mabuk tapi pikiran Gio saat itu hanya tertuju pada KEGANJILAN HASRAT yang baru pertama dia rasakan bersama Pak Arman. Bergumul dalam keadaan telanjang dengan sesama lelaki yang sama sama bertubuh kekar, memberi Gio suatu sensasi seksual yang sangat asing dan amat menggetarkan.
—————————–

Tubuh Gio menggelinjang dengan kuat sekuat dengan desahan dari bibirnya. Tangannya tak berhenti menggapi-gapai dan meremas rambut Arman kuat-kuat Arman sendiri semakin melebarkan penjelajahan atas anatomi tubuh Gio melalui bibirnya hingga terhenti pada bagian yang paling Arman suka dari tubuh laki-laki. Dengan sengaja tangan Arman menyentuh sesuatu yang menyembul di balik celana Gio. Keras dan kenyal. Sentuhan itu membuat desiran indah dari ubun- ubun Gio hingga mengalir penuh kenikmatan dan berkumpul di satu titik di kemaluannya yang mengakibatkan benda yang bagai pisang ambon itu berdenyut-denyut mengeras. Arman merasakan hal itu, sehingga ia semakin erat memeluk Gio, hingga benda yang menyembul di balik celana masing-masing saling bergesek. Indah dan nikmat tiada tara. ”Ahhh…Pak Arman….a..aku…ah…,” Gio tak mampu melukiskan perasaannya. Ingin menolak, namun kenikmatan yang ia rasakan dalam pelukan Pak Arman membuat ia lupa, bahwa sesungguhnya itu bukan keinginan nuraninya. Tanpa banyak kata, Arman melepas satu per satu kancing kemejanya sendiri . Birahi telah membuat keduanya asyik masyuk. Satu persatu pakaian yang melekat di badan kekar Arman berjatuhan di lantai. Tak terkecuali celana dalam pun lepas membiarkan batang jantan keduanya bebas bertemu. Penis itu saling bergesekan satu sama lain. Persentuhan kulit menimbulkan kehangatan yang menggairahkan. Arman tak henti-henti mengecup dan melumat bibir Gio sambil tangan kanan merayap ke penis Gio. Sedangkan tangan kiri meremas-remas pantat Gio yang mulus tanpa bulu.
—————————–

Tak ada kata, yang terdengar adalah deru nafas yang memburu. Inilah impian Arman selama ini. Inilah yang dibutuhkan pria tampan itu. Di ajaknya Gio ke kasur, lalu keduanya berbaring dengan tubuh telanjang tanpa busana sama sekali. Suatu pemandangan yang indah penuh eksotik. Arman menindih tubuh Gio. Dipandangnya wajah tampan Gio, lalu kembali ia kecup bibir tipis milik pemuda itu. Arman tak ingin menyia- nyiakan waktu. Lidahnya mulai menari-nari di leher Gio, sambil memagutnya. Sebaliknya, apa yang dilakukan Pak Arman itu membuat Gio bagai cacing kepanasan. Menggelepar menahan rasa nikmat. ”Auuuh….aaahh… Lidah Arman terus menari-nari menjilat leher dan terus ke dada, lalu puting tetek di dada bidang Gio dihisap dengan lembut penuh kemesraan. Arman semakin liar laksana srigala kelaparan. Kini lidahnya mulai menjilat daerah bawah pusar. Bulu-bulu kasar menghiasi batang jantan Gio yang panjangnya 18 cm itu menampakkan betapa gagahnya Gio sebagai lelaki. Rangsangan semakin membuat Arman tak sanggup lagi untuk segera mengulum dan menghisap penis Gio. ”Auuuuh…Paaak !!”Gio semakin menggelinjang kenikmatan. Gio baru pertama kali merasakan penisnya dihisap dan dikulum oleh sesama lelaki. Penis Gio mulai keluar masuk rongga mulut Pak Arman. Yang terdengar di malam itu hanyalah erangan dan rintihan kenikmatan. Arman mulai menjilati buah pelir yang menggelantung indah di bawah batana penis Gio. Lalu Arman memutar tubuhnya untuk dan mengambil posisi 69. Gelora membakar jiwa saat Gio melihat batang jantan Pak Arman yang besar dan panjang. Urat-urat menyembul di batang penis itu. Penis Pak Arman lebih besar dan panjang di bandingkan dengan miliknya. Arman meraih tangan Gio sebagai perintah supaya Gio memegang batang kelamin Arman Ada kenikmatan tersendiri saat Gio mengelus dan menggenggam penis Pak Arman. Pantat sexy sang Direktur juga tampak menggairahkan dengan bulu-bulu menghiasi hampir menutupi lubang anus milik lelaki indo turunan cina- belanda itu. Bibir Gio langsung menyentuh kemudian mencaplok kontol gede Pak Arman. Tanpa menyia-nyiakan waktu, Gio mulai menghisap dan mengulum penis Pak Arman seolah olah dia sudah pernah ngisep kontol sesama cowok sebelumnya.. Gio sudah menjadi hewan. Nafsunya jadi nafsu hewaniah. Gio tidak lagi memikirkain kodratnya sebagai laki laki normal. Gio sudah masa bodo. Nafsu sudah menjerat Gio. Gio mulai mengkulum kontol gede itu, lidahnya bermain dan dia mulai memompakan mulutnya ke kontol Pak Arman. Uuuuhh, aroma kontolnyaaa.., sungguh Gio langsung terhanyut dan bergelegak Siapa pun yang melihat adegan yang penuh kegairahan itu, pasti akan iri dan cemburu. Nafsu telah menghendaki agar puncak kenikmatan untuk dimulai. “..Ohh.. Gio sudah lama aku tidak bergaul dengan cowok setampan kamu dirimu..” Arman mulai meracau di tengah gejolak seksualnya yang kian menggebu. “Seandainya kamu bersedia, ingin rasanya aku menyetubuhimu Gio… akan kuberikan kepuasan buat kamu Gio..” Gio yang sudah dirasuki matra pengasihan hanya bisa mengangguk pasrah, apalagi Arman juga dengan buas terus-menerus menciumi dan mencumbui Gio membuat dorongan birahi dalam diri Gio ikut meledak, nafsu birahinya semakin menjadi jadi. Satu-satunya keinginannya sekarang adalah agar Pak Arman bisa memuaskan hasrat seksualnya. —————————–

Kedua belah kaki Gio diangkat dan direntangkan oleh Arman, sehingga tampak jelas lubang anus Gio yang dihiasi oleh bulu-bulu jembut menguak penuh keindahan. Kini lidah Arman mulai menari- nari di lubang itu. Bau khas yang membangkitkan birahi. Tak kuasa Arman memandang keindahan itu. Ia ingin menikmati lubang itu sesegera mungkin. Diambilnya lotion dan dioleskan ke lubang anus Gio, sebagai pelumas. Jari telunjuk Arman mulai menelusuri lubang itu. ”Aaaaauuh !!”Gio mengerang. Ada perih, saat jari Pak Arman menari-nari di lubang anusnya. ”Saya tak tahan lagi…sayaaang !!”bisik Arman. Penisnya yang telah dioles dengan pelicin mulai diarahkan tepat ke lubang anus Gio. Dan…!! ”Aakh…sss…sakiit Paaakkk!!” Tubuh Gio mengejang. Ia merasakan sesuatu yang masuk ke lubang anusnya dengan paksa. Sakit dan perih. Itu yang dirasakannya saat itu. Sebaliknya erangan Gio membuat Arman semakin bersemangat. Memang sedikit mengalami kesulitan. Karena Gio memang masih virgin. Lubang anusnya masih sempit dan butuh perjuangan yang lebih untuk dapat menerobos masuk. ”Ssss…ssaakitt…pak !!”Jerit Gio lagi. ”Sabar, sayaang…!! Keringat membasahi tubuh kekar Arman. Ia masih berusaha menembus keperjakaan Gio. Harus bisa !! Ia tak ingin hidup dalam kepenasaran. Ia ingin merasakan sensasi ini. ”Uuuh !! Blessss….!!” Penis Arman yang besar dan panjang melesak masuk menerobos lubang yang masih sempit itu. ”Aaaaaaakh….Paakkk sssssss…..saaaakiiit !!” Tubuh Gio menggelinjang kesakitan. Mata Gio terbeliak lebar dengan mulut terbuka sambil kedua tangannya mencengkeram seprei menerima batang kelamin Pak Arman yang ukuran sedemikian dahsyat. Gio merintih seiring terenggutnya kesucian Gio dan mulai menetes pula darah segar keperawan yang berhasil direnggut paksa dari tubuhnya. ”Ooohhh….auuughh…..Paaak. ..!! Itulah SUARA RINTIHAN seorang laki laki saat disodomi untuk pertama kalinya. Itulah suara Gio saat kesuciannya dirobek oleh sang lelaki maniak durjana yang penuh nista yang kini tersenyum bagai senyum kemenangan kepala rampok. Tak disangka oleh Gio, kini tragedi sebelum malam pengantinnya, saat dirinya jatuh dibawah tindihan pelukan sesama lelaki yang selama ini dia hormati sebagai atasan dan majikannya. Namun apa daya?, tubuh Gio telah menjadi satu dengan lelaki jahanam itu dan berbaur sudah. Tak ubahnya tubuh Gio adalah tubuh Arman, demikian pula sebaliknya, tubuh Arman adalah merupakan bagian dari tubuh Gio. “Masih sakit Gio?” bisik Arman ke telinga Gio. Gio tidak menjawab!. Tapi wajahnya meringis, pertanda Gio kesakitan. Wajah mereka berhadap- hadapan begitu dekat. Kedua tubuh telanjang mereka menempel erat sementara kontol Arman tertanam jauh di dalam pantat Gio. Dua laki laki.. Satu tubuh. Dua jiwa yang tersambung sempurna!. Ya!. Mereka telah tersambung sempurna jadi satu tubuh sekarang dalam adegan yang hanya pantas dilakukan sepasang lelaki dan perempuan dalam ikatan benang perkawinan. —————————–

”Gio…enaaak…nikmaat !! Sereeet…sekaliii…auuuuh !!” Arman merasakan kenikmatan tiada tara. Ini yang selama ini yang ia inginkan. Ia membutuhkan semua ini. Sensasi yang penuh kenikmatan. Bagai memacu kuda, Arman menggagahi Gio penuh semangat. Hentakannya semakin cepat dan kuat. Hal tersebut membuat Gio bagai cacing kepanasan. Di ruangan kamar itu yang terdengar desahan dan erangan. Kenikmatan demi kenikmatan yang dirasakan oleh Arman ternyata sangat bertolak belakang sekali dengan apa yang dirasakan Gio. Gio yang baru kali ini melakukan persetubuhan sejenis dan baru pertama disodomi kontol sesama lelaki begitu merasakan kesakitan yang amat tak terperikan. Jeritan Gio yang teredam oleh tangan Arman yang membekap mulutnya terdengar berulang kali seakan tiada henti mengiringi kemenangan keperkasaan Arman yang berhasil menaklukkan Gio dan membuat Gio dengan terpaksa merelakan keperawanannya tanpa ampun dibawah dekapan lelaki bajingan yang memperkosanya secara brutal ini. Setiap penis Pak Arman menghentak ke dalam, Gio merasakan kesakitan yang sulit untuk diungkapkan. “Ough… ohh.. ohh.. ternyata enak sekali lubangmu ini sayang.. Ohh.. ohh.. sempit sekali sihh..? Uhh.. Ohh… Ouh” , seloroh bangsat Arman diantara tarian maksiatnya menikmati kehangatan daging jantan korbannya ini. “Ahh…! ahh..! aduhh..! perih Pak.. Oh.. oh.. jangan keras- keras.. uhh.. ahh”, pinta Gio. “Enak sayang?!. Hah?! Bagaimana sekarang?! Masih sakit yach?! aduh kasihan.. tahan sebentar yahh cakep? Ohh.. ohh.. Ouh..”, balas Arman yang terus asyik mengentoti liang pantat Gio. “Sshh.. ahh… sshh.. ohh.. pelan-pelan Pak.. ahh.. ahh.. ahh”, pinta Gio di sela-sela tubuhnya yang terhentak- hentak tanpa perlawanan lagi. “Waahh. Enak banget. Gio sudah pernah disodomi sebelum ini?” ejek Arman “Be…belum. Belum….pernah Pak. Sa…saya tidak pernah. Saya tidak. Saya” kata Gio terbata-bata. Suaranya bergetar. Bingung dan malu bercampur aduk. Selama 20-an menit Arman terus menggempur dan menyetubuhi Gio dengan segenap perasaanku dan mereguk kenikmatan dari tubuh LAKI LAKI NORMAL yang baru PERTAMA KALI disetubuhi oleh sesama lelaki. Melihat tubuh Gio yang MENGGELIAT GELIAT dan rintihan rintihannya, Arman yakin kali ini Gio sangat menikmati permainan (setidaknya secara fisik, entahlah kalau perasaannya). Kepala Gio terlempar ke sana ke mari dan nafasnya mendesah hebat. “Aaaaaggghhh…. jangaaaaannn Paakk…. jangannnnn…. oooouugghhhhh Paakk….“ Gio tak henti hentinya merintih rintih dan tubuhnya yang telanjang bulat menggeliat geliat dibawah tindihan Pak Arman. Senang sekali Arman mendapati korbannya kini telah pasrah melayani keinginannya. “Jangan ditahan terus dong kontolku ini Gio.. terima saja apa adanya.. lebarkan kakimu supaya tidak terlalu sakit lagi Gio.. ohh.. ohh.. enak sekali lubang pantatmu.. ohh”, perintah Arman. Ternyata permintaan Arman langsung dipatuhi oleh Gio yang semakin membuka rentangan selangkangannya hingga semakin jelas bibir anusnya yang melesak ke dalam mengikuti hunjaman kontol keras yang tertanam didalamnya. ”Enak Gio?” Gio sudah lupa diri bahwa dia disetubuhi oleh orang yang tidak sepantasnya menggaulinya, bahwa dirinya disodomi oleh atasannya sendiri. Yang ada dibenak Gio hanyalah letupan birahi yang harus dituntaskan. Gelombang rangsangan yang kuat dari pergesekkan kontol Pak Arman mulai melanda Gio secara fisik dan emosi, sehingga perlawanannya melemah dan kaki serta kepalanya bergerak semakin resah. Tak ada suara yang keluar, karena Gio menutup bahkan menggigit bibirnya. Geliat tubuh Gio bukan lagi refleksi dari penolakan, tetapi (mungkin) gambaran dari seseorang yang mati-matian sedang menahan kenikmatan. Berulang kali kedua paha Gio bergetar. Batang kontolnya mengalirkan pre-cum yang banjir membasah. ”Ampun Pak… Saya, saya enak Pak… Kenapa begini Paaakkk?” Ternyata benar, betapapun normalnya seorang laki laki sejati, ada saat di mana benteng kenormalan itu ambruk, oleh rangsangan seksual walau itu dilakukan secara paksa, oleh seorang pria ganteng yang sudah ahli dalam masalah seks. Gio menjadi contoh dari hal itu. Mungkin juga ketidakberdayaan gio timbul akibat ’ramuan pengasih’ yang membuatnya memilih untuk pasrah. Penis Gio sendiri menegang karena ereksi. Apalagi penisnya menyentuh perut Arman. Dan terjadi gesekan penisnya di perut Arman. Sambil menghentak-hentak penisnya, Arman mendekap erat tubuh Gio, sambil memagut leher dan melumat bibir pemuda tampan itu. ”Aaakh !! Uuuuh….!! Creeeet….croooot !!” Akhirnya Gio pun mencapai klimaksnya. Gesekan penisnya dengan perut Pak Arman membuatnya harus segera menumpahkan cairan kenikmatanya. Gio benar benar takluk diberi kepuasan yang luar biasa. Rasa ketagihan merasuk jiwanya, ingin rasanya melanjutkan persetubuhan selama-lamanya dengan Pak Arman karena ia bisa memberikan kepuasan yang tidak pernah Gio rasakan sebelumnya. ”Sekarang giliran aku…sayaaang….aaahhh !!” Arman merasakan birahinya semakin meledak-ledak. Pantatnya yang kenyal dan berisi turun-naik semakin cepat. Nafas keduanya terdengar ngos-ngosan. Tiba-tiba tubuhnya menegang. Arman merasakan saatnya ia menumpahkan spermanya. Saat seperti itu, penis Arman melesak lebih dalam. Dan…..!! ”Creeeeeeeet….Croooot !!” Dari penis Arman bermuntahan cairan kental memenuhi lubang anus Gio. ”Auuuuuh….nikmaat !!” Untuk pertama kali di dalam hidupnya Gio menerima semprotan lendir sperma sesama lelaki di dalam rahimnya. Arman menghempaskan tubuhnya mendekap erat tubuh Gio. Ia sengaja membiarkan penisnya berada di dalam lubang anus Gio. Tubuh keduanya lunglai. Arman mendekap tubuh kekar Gio dengan erat. Ia merasakan karyawannya telah memberi jawaban kepenasarannya selama ini. Di tatapnya wajah tampan Gio: ”Gio…aku menyukai seluruh tubuhmu…. Arman memeluk Gio erat sekali. Tubuh Gio terkulai lemas tak berdaya. Letih dan dipermalukan. Tatapan matanya kosong. Tampaknya Gio masih tidak percaya dia bisa mengeluarkan pejuh saat disodomi oleh seorang laki laki. Arman metarik batang kejantanannya dengan pelan sampai terlepas!, lalu dia menarik sprei yang sudah berisi noda darah dan bercak cairan sperma. “Kamu puas Gio?” tanya Arman sambil membelai rambut Gio. Gio tidak menjawab tapi tatapan matanya TAK BISA BERBOHONG betapa dia telah mengalami puncak kenikmatan seks sejenis yang amat menggetarkan jiwa raganya!. Arman menentramkan hati Gio : “Jangan khawatir Gio!, banyak laki laki yang pernah mengalaminya…!” Arman menatap kearah selangkangan Gio. Kali ini bentuk lubangnya sudah berbeda!. Lubangnya agak MENGANGA BOLONG dan ada seperti luka lecet, bekas gempuran batang kontol Arman barusan. Mereka berdua tergeletak berdampingan, telanjang tanpa pakaian. Gio berbaring di atas dada bidang Arman lalu menyusupkan wajahnya kedalam ketiak Arman dan menghirup aroma keringat di ketiak laki laki yang telah menyenggamainya. Dengan perlahan Gio memejamkan mata dan tertidur. Arman memandangi wajah Gio yang tampan. Tampak lelah. “Hmm… kasihan sekali calon istrinya, karena Gio sekarang sudah tidak sempurna lagi sebagai laki laki sejati karena lubang anusnya sudah dijebol oleh sesama lelaki”. Demikian pikir Arman.
—————————————— —

Keesokan paginya ketika Gio sudah kembali pulang di rumahnya, pengaruh mantera- mantera dari Arman memang mulai memudar dan luntur, tapi Gio tersentak mengingat peristiwa yang terjadi tadi malam. Degghh.. Kepala Gio seakan mau lepas karena perasaan malu karena seketika itu juga, terbayang perbuatan tak wajar yang dia lakukan bersama Direkturnya. Waktu mandi, Gio mencium bau keringat yang menyengat hidung dengan aroma yang berbau khas laki laki. Pasti menempel di tubuh Gio saat Pak Arman menggumuli dia tadi malam.. Gio juga melihat cupang-cupang berwana merah kebiruan akibat sedotan bibir Pak Arman yang berjejer memenuhi di sekujur leher Gio, bukti keganasan Pak Arman ditempat tidur. Gio juga kaget…!!!. Dari lubang anus di selangkangannya, mengalir sejumlah lendir pejuh kental yang menetes keluar merayapi pahanya,… Saat itulah kesadaran Gio pulih dan Gio jadi bimbang. Gio bimbang karena tadi malam dia sendiri yang membiarkan semua itu terjadi. Gio sendiri yang menginginkan Pak Arman untuk bercinta dengan dirinya. Dan Gio ingat dia melakukan perbuatan yang menyimpang itu dalam keadaan sadar se- sadar sadarnya. Gio terus bertanya tanya didalam hati: Kenapa tadi malam aku merasakan kenikmatan mendera?…. Mana mungkin aku merasakan kenikmatan seksual seperti begitu?. Kenapa malam itu tubuhku mengingkari kodratku sebagai laki laki normal?. ‘Apakah aku tertular jadi lelaki homo???’ ———————————

Hari itu Gio memaksakan diri MASUK KANTOR walau di lehernya masih dipenuhi oleh cupang2 merah.. Selangkangan Gio terasa seperti masih terganjal oleh benda besar yang panas. Tapi Gio tidak dapat konsentrasi bekerja di kantornya. Semakin gio coba melupakan, ternyata semakin terbayang seluruh kejadian tadi malam. Gio seolah masih merasakan tubuh Pak Arman berkeringat menindih tubuhnya dan menyetubuhi dirinya dengan deru nafas yang mendengus2 Arman sendiri BERPURA PURA bertindak wajar seolah olah tidak terjadi sesuatu antara dirinya dengan Gio. Arman menyibukan diri dengan pekerjaannya dan bahkan dia sengaja menghindari pertemuan dengan Gio di kantornya Dan saat makan siang Gio tak sengaja melihat Direkturnya dari kejauhan, Gio merasa grogi dan salah tingkah. Sebagai seorang laki laki normal, bathin Gio bingung. Karena pada saat menatap Pak Arman, walaupun Pak Arman berpakaian lengkap, tetapi yang terbayang oleh Gio adalah tubuh kekar Pak Arman yang bertelanjang bulat dengan batang kontolnya yang menantang. Tak disadarinya, mata Gio menatap lekat lekat ke jendolan yang menyembul dibalik celana Pak Arman. Dihadapan teman-temannya, Gio sulit sekali menutupi kegugupan dan kegelisahannya. Lama2, Gio justru merasakan sesuatu yang aneh tumbuh didalam dirinya, Gio merasakan ada semacam GETARAN GANJIL dilubuk hatinya setiap kali mengingat Pak Arman. Gio Perkasa tidak sadar bahwa semua itu hanya karena dia jadi korban yang diguna guna mantera aji pengasih yang dilakukan oleh Arman, Direkturnya.
———————————-

Betapa tega Arman..!. Karena sore hari pulang dari kantor, Arman kembali ‘memanggil’ Gio untuk kedua kalinya dengan mantera-mantera pengasihnya. Pada saat yang bersamaan, Gio lagi lagi tak mampu menahan dorongan bathin yang tak wajar yang membuat dia merasakan keinginan yang aneh untuk menemui Pak Arman Karena merasakan rindu yang tak tertahankan, akhirnya Gio nekat datang ke rumah Pak Arman. Arman sendiri sudah menduga kunjungan itu. Maka ketika Gio sudah masuk ke kamarnya, tanpa basa basi Arman langsung menarik tubuh Gio dan merebahkan Gio di ranjang. Arman sekarang memegang kendali. Bibir Arman langsung menyosor leher Gio. “Ooughhhhhh…” birahi Gio sontak berkobar. Bibir Arman semakin liar. Sambil menciumi leher Gio, Arman memilin-milin puting tetek di dada Gio. “Aargh…arghhh..” Gio hanya bisa mendesah saat tubuh Gio jadi “jarahan” Arman. Puas dengan leher, bibir Arman bergerak ke bawah. Sekarang giliran dada Gio yang jadi sasaran, hingga akhirnya dia sampai juga mengulum puting tetek Gio. Awalnya dia jilati, kemudian dia hisap.. “Aaarggghhhhh….” Gio bergetar saat putingnya dihisap. Tidak hanya dihisap, puting Gio juga digigit lembut yang semakin menambah sensasi. Lalu dengan perlahan tapi setengah memaksa tangan Arman mendorong kepala Gio ke bagian bawah tubuhnya. “Pak…?” Gio ragu-ragu “Kamu menginkan ini lagi kan Gio?” kata Arman sambil mengusap tonjolan di celananya seara demonstratif. Arman tahu persis Gio mendambakan isi isi di balik celana itu Tidak menunggu disuruh dua kali, Gio langsung jongkok di depan Arman. Gio pelorotkan celana Pak Arman ke bawah. Sekarang, terlihatlah celana dalam Pak Arman berwarna putih. Dengan gundukan besar di dalamnya. Gio sempat menatap mata Pak Arman sebelum kembali beraksi. Kemudian Gio mengusap gundukan milik Pak Arman. Dan tanpa basa-basi, Gio menarik celana dalam Pak Arman, sehingga muncul sebuah kontol besar. Dengan penuh kelembutan, Gio membelai buah peler Pak Arman. Gio juga menyibak jembut Pak Arman yang lebat. Bau lelaki maskulin langsung tercium di hidung Gio yang membuat Gio semakin bergairah. Darah Arman langsung mendidih. “Oough..ough…” baru awal saja, Arman sudah tidak karuan. Ia tidak sabar ingin kontolnya segera di sedot. “Isep Gio…” pinta Arman lagi lirih sambil melirik ke arah Gio. Dan Gio senang-senang saja. Gio langsung memulainya dengan menjilati seluruh batang dan buah peler kontol Pak Arman. Seperti makan es krim, Gio menikmati kontol Pak Arman sepenuhnya. “Oough yes…ough…” desah Arman. Lalu, Gio melanjutkan dengan memasukkan kontolnya ke dalam mulut. Slurp… Sebagian batang kontol Pak Arman sudah masuk ke dalam mulut Gio. “Ough…ough…” Tubuh Arman seketika menggelinjang Arman megap-megap mengejar nafasnya karena perbuatan Gio. “ough..shit..ough…” Arman terus mendesah dan meracau sambil tangannya menjambak-jambak kepala Gio. Bahkan gerakan tangannya di atas kepala Gio seperti menyuruh Gio untuk mempercepat gerakan mulut Gio. Memang, tidak semua batang kontol Arman masuk ke dalam mulut Gio karena besarnya kontol Arman. Namun, itu tidak menyurutkan nafsu Gio untuk menghisap kontol Arman.
————————-

Pada puncaknya, Arman melucuti seluruh pakaian Gio dan membaringkannya diatas ranjang, lalu menaiki tubuh telanjang Gio yang atletis. Dengan kedua kakinya, Arman menggeser sepasang paha Gio yang kekar sampai selangkangannya terbuka lebar, menampilkan lubang pantat Gio yang menantang. Jari jari tangan kurang ajar Arman merayapi belahan liang pantat Gio yang terpentang lebar. Arman mengangkat kedua lutut korbannya lalu dia membuka pantat itu dan menemukan posisi lubang anus Gio, Lalu lidah Arman menyusupi ke kedalaman belahan dubur Gio tanpa rasa jijik sama sekali mengingat lubang itu biasa digunakan untuk buang hajat. Tetapi apalah artinya batasan itu jika dibandingkan dengan nilai kenikmatan yang dapat Arman peroleh dari kelezatan anus Gio sang karyawan yang tampan itu. “Paaakkk jangaaaaaan anuuuusskuuuuu….. heeeeghghgh …..oooh .. oooh … enaaaaak …..zzzzzzccccchh …….” Gio mengerang erang tak karuan tubuhnya seolah menggigil dan pantatnya seolah disengat oleh listrik ribuan volt yang menggetarkan pantatnya. “Uuummppppfffzzzz ……” Gio melenguh saat Arman menjulurkan lidahnya menembus masuk lubang anus Gio dan mempermainkannya. Erangan Gio semakin kencang dan tubuh nya bergetar hebat menerima rangsangan di lubang anusnya, sehingga desisan Gio seolah seperti orang yang menangis tersedu sedu merasakan nikmatnya rangsangan lidah Arman.. “Ngnngcchhhhheeehhhhhhh …… Paaakkk…” Gio merasa terhormat karena Direkturnya mau melahap lubang duburnya. Gio mengigit bibirnya matanya terpejam dan kedua tangannya tergenggam erat “Aku menginginkan kamu lagi Gio” Arman akhirnya inisiatif memasukkan kontolnya ke dalam lobang pantat Gio. Setelah masuk seluruhnya , Arman mulai menggerakkan pantatnya naik turun diatas badan Gio dan Arman mengkentotkan batang kontolnya. Gio membalas dengan menggoyangkan pantat juga. Mereka berdua bergoyang seirama dengan cepat dan keras. Menimbulkan bunyi tepukan yang memenuhi ruangan. Mereka berdua mengerang, mendesah, menjerit. “Ouhhh..ouhhhh..Bapak hebat Pak,” “Gio..ohhhhh..enak.. bangethhhh..Gioooo.. ohhhhhhh,” “Arrrrgghhhh….“ “Pak..ohhhhhhh, .. jangan bilang-bilang..ihhhhhh.. ke.. calon istriku ya Pak.. shhhhhhh..ouhhhhhhhhh..,” kata Gio sambil terus membiarkan duburnya dientotin oleh Pak Arman “Bilangin..ohhhhhhhh..apa.. Gio?” “Jangan bilangin..ahhh..ahhhh.. kalohhh..saya.. suka dikentot Bapak..,” “Aku bilanginhhhhh..ahhhh..shhhh. .shhhhh..,” “Janganhhhh..donghhhhh Paaakkk..,” Nafas Gio tersenggal-senggal, suaranya mengerang erang dan tubuhnya bergeleletar hebat. Wajahnya yang tampan terlihat sangat sexy. Dan Arman malahan tambah brutal menyapukan lidahnya ke dada Gio, wajah, bibir, dan leher Gio. Arman terus mengecupi Gio, menjilat-jilat kesana kemari dengan gemas dan menggigiti sampai terlihat semakin banyak cupang2 merah di leher Gio. Kenikmatan NAFSU BIRAHI rupanya telah menghempaskan Arman ke sifat kebinatangan. Dia sudah hangus terbakar dan berubah sifat jadi gumpalan nafsu setan gentayangan. Akibat tusukan kontol Arman yang terus terus menyerang PROSTAT Gio membuat gelombang kenikmatan terus menerus mendera secara otomatis ke diri Gio. Karena gemas, Arman masukan ibu jari tangannya kedalam mulut Gio. Ehh, ternyata secara naluriah, Gio meng-emut emut ibu jari Arman!!. http:// ceritapanaslelaki.blogspot.com / Dan saat itulah Gio secara naluriah semakin meregangkan kedua paha Gio semakin lebar, bahkan kedua kaki Gio naik melingkari pinggang Arman supaya Pak Arman lebih mudah menjebloskan kontol semakin dalam ke liang silit Gio!. Kedua tangan Gio memegang pantat Pak Arman dan menekan, se-olah olah Gio pengen Pak Arman mendorong semakin dalam, semakin masuk. “Oooohhh.., enaakk….. Paaakkk.. hhmmm….”. “Nggghhh.. Paaakkk…. Oooogghhhh!! Sepanjang malam itu, mereka berdua mengurung diri di kamar. Berkali-kali Arman mengulang persenggamaan dengan Gio untuk memuaskan birahi yang menggelora hingga larut. “Siapa yang paling mampu memenuhi keinginan Gio?” Tanya Arman “Pak Arman!” “Kontol siapa yang paling memuaskan Gio?”, Tanya Arman lagi “Kontol Bapak” Berulang-ulang Arman menindih dan menusukkan batang kontolnya di lobang pantat Gio. Dan lidah mereka sudah sangat mengenal lekuk tubuh masing-masing. Saat orgasme datang, sperma Arman menyembur deras kedalam perut Gio, sebagian mengalir turun melalui paha dari lobang pantat Gio yang mendenyut-denyut, berceceran membasahi sprei tempat tidur, Luar biasa….!.
—————————–

Dalam keadaan normal sehari- hari, Gio Perkasa memang bersikap biasa karena pengaruh dari mantera- manteranya aji pengasih dari Pak Arman memang memudar dan luntur. Tapi setiap kali Arman ’memanggil’ Gio dengan aji-aji pengasih, Gio langsung gelisah dan tidak bisa menahan keinginannya untuk memadu kasih dengan Pak Arman. Walau sedang berduaan dengan tunangannya, Gio mencuri-curi kesempatan untuk pergi ke rumah atasannya itu tanpa diketahui oleh tunangannya. Bahkan sehari menjelang hari pernikahan Gio, Arman ’memanggil’ Gio dengan mantera-mantera pengasihnya. Dan saat mulai bercinta, Arman mendaratkan ciuman ganas penuh birahi yang buas kepada korbannya. Kedua bibir dari makhluk sesama lelaki bertemu seketika dalam peraduan adegan indah persetubuhan sejenis yang terlarang itu. Lidah Arman memasuki rongga mulut Gio lalu lidahnya menjalar liat didalamnya. Terus didera bertubi-tubi pagutan Pak Arman, Gio hanya bisa pasrah merelakan lidahnya yang telah dikaitkan oleh tarian lidah Pak Arman, Setelah puas, Arman menjilati leher Gio dengan rakusnya dari pangkal telinga sampai pundak kanannya, membuat cupang-cupang merah yang berjajar di leher dan dan dada bidang Gio, bukti kekuasaan Arman terhadap Gio. Mulut Arman melahap puting tetek di dada bidang Gio, lalu disedot-sedot dengan buas penuh dengan nafsu hewaniah seolah-olah Arman sedang menyusu pada Gio. Sehingga puting tetek di dada bidang Gio semakin memerah dilumat dan digigiti dengan kasar oleh Arman. Pada puncaknya, giliran kontol Arman yang terbenam ke dasar liang anus Gio sampai kedua tubuh telanjang yang sama-sama kekar itu melekat erat seakan tersambung menjadi satu dan gancet. Tubuh telanjang Gio sampai menggeliat-liat dibuatnya seiring dengan dimulainya hentakkan pinggul Arman diantara kedua kaki Gio yang mengangkang menggetarkan hati. Arman mendengus-dengus bagai banteng terluka dan genjotan kontolnya makin ganas. Dia terus mengenjot tubuh muda telanjang Gio yang begitu sempurna bagaikan seorang dewa yang turun dari langit. Apa yang terlihat sungguh merupakan pemandangan yang sangat erotis!. 2 tubuh laki laki telanjang yang sama sama kekar tersambung dan gancet dalam persenggamaan sejenis yang bergelora. Awalnya Gio agak canggung karena sebagai laki laki normal dia harus berperan jadi pihak bottom tapi Arman yang berpengalaman menggiring Gio dengan kelihaiannya sehingga Gio jadi terbiasa menerima tikaman-tikaman kontol sesama lelaki. “Gio… kamu suka Gio?”. Arman berguman perlahan “Urghhh …!, iya Paakkk” Gio mengerang. “Hhhh … ” “Ayo sayang…, nikmati sampai kamu puas Gio..!”. Sebongkah daging keras milik Arman terus menerus merobek robek tubuh Gio dengan tikaman yang bengis dan Dan Arman terus melecut dan menghantam keras dengan dentuman detuman kejantanannya. Terus menerus sepanjang malam, tanpa henti, begitu lama….., begitu nikmat, diliputi nafsu birahi kepada Gio. Biarpun nantinya hati dan jiwa Gio jadi milik Dini, calon istrinya. Yang penting sekarang ini tubuh telanjang Gio bisa aku nikmati lagi sepuasku.
—————

Gio sebetulnya laki laki pejantan yang hebat, tapi malam ini Gio justru merintih, mengerang, melolong, meratap…, perlambang penyerahan diri…!. Gio sudah berubah seperti kuda betina liar dimana Arman memegang kendali permainan sex yang tak wajar ini sepenuhnya Gio akhirnya demikian masa bodoh. Dia sudah demikian larut dalam kenikmatan yang tak pernah dia temui seumur hidupnya dan terus hanyut dalam keasyikan birahi dengan kontol dalam mulut atau lubang pantatnya. Gio tidak sadar bahwa semua itu terjadi karena Arman memang sengaja mengguna- gunai Gio Gio dengan mantera-mantera pengasihnya!!!..
————————–

Pada hari yang ditentukan, GIO PERKASA dan DINI akhirnya tetap melangsungkan PERNIKAHAN. Resepsi pernikahan itu merupakan pesta yang megah dan sudah lama ditunggu- tunggu oleh keluarga dan kerabat sang mempelai. Mempelai wanita terlihat cantik, sementara mempelai pria begitu mempersona dalam pakaian kebesarannya sebagai pengantin pria . Gio Perkasa mungkin laki laki paling tampan yang berada diruangan itu. Para tamu mengalir dan datang untuk memberi ucapan selamat kepada mempelai yang tengah berbahagia itu. Tapi, tidak!. Di wajah Gio justru terlihat gurat kesedihan. Tak ada yang pernah benar-benar tahu bagaimana perasaan sang pengantin pria malam itu. Nyatanya, Gio Perkasa menangis di dalam hatinya!. Para tamu undangan mengira sang pengantin pria stress atau kecapaian. Para tamu itu tak benar-benar memperhatikan apa yang terjadi pada mempelai yang duduk di pelaminan. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri, tenggelam dalam pesta yang megah.
————————-

Sebagai atasannya, Arman sengaja datang memenuhi undangan Gio dan mengulurkan tangan untuk menyalami dan memberi selamat. Ketika MENYALAMI Gio, Arman MENGEDIPKAN sebelah matanya kepada Gio. Gio menikmatinya dengan tatapan ganjil ke arah Pak Arman dan tersenyum tipis. Tentu saja tak seorang pun pernah tahu di respesi pernikahan itu, bahwa sesuatu pernah terjadi di antara mereka bedua. Apakah setelah ini Gio akan berubah jadi seorang Biseksual?. Mungkin tidak!. Gio memang TIDAK AKAN kehilangan keperkasaannya sebagai laki laki pejantan yang tangguh. Dari segi kejiwaan, Gio tetap punya naluri sebagai lelaki straight yang normal, tapi setelah tahu enaknya dientot kontol sesama lelaki dan merasakan klimaks kepuasan seks sejenis, kita juga TIDAK TAHU apa pengaruhnya terhadap kehidupan seksual Gio di masa depan kelak. Tapi dari segi fisik, Gio jelas sudah TIDAK SEMPURNA lagi sebagai lelaki sejati, karena lubang duburnya telah jebol akibat terlalu sering menerima gempuran batang kontol Arman. Dan Gio tentu tidak akan bisa melupakan fakta bahwa diantara puluhan atau ratusan manusia di muka bumi, Pak Arman adalah SATU-SATUNYA lelaki yang pernah bercinta dengan dirinya!. Mensodomi dirinya!. Mau-tidak-mau, suka- tidak- suka, hal tersebut tentu terpateri kuat di alam bawah sadar Gio.. ——————————

Setelah resepsi pernikahan itu, Arman sebenarnya dengan mudah membacakan mantera- mantera aji pengasih untuk ‘memanggil” Gio. Arman yakin, Gio pasti akan datang dan TAK AKAN mampu menolak untuk melayani hasrat Arman. Tapi Arman tidak mau melakukan itu. Arman TIDAK TEGA..!!. Lagipula sejak awal, Arman tidak berniat memiliki Gio. Arman TIDAK MENCINTAI Gio. Arman hanya sekedar penasaran ingin menikmati tubuh jantan dari Gio, seorang lelaki straight. Arman sadar bahwa pria semacam dirinya, pada dasar- nya tidak mengenal ’cinta’. Dia hanya punya nafsu, nafsu, nafsu saja….! (Lust). Ya, Bagi Arman, hanya butuh memuaskan birahinya pada saat dia inginkan. Semua perlakuannya terhadap Gio hanya demi kenikmatan seksual saja. Gio dianggapnya hanya sekedar alat pemuas nafsu Arman belaka. Arman tidak ingin mengganggu pernikahan Gio dengan Dini. Biarlah Gio kembali jadi LAKI LAKI NORMAL.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
—————————————— ———–

TAMAT

Related posts