Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang

: Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Gadis Palembang yang aku kenal sejak sma ini sungguh sangat liar nafsu Sex nya, meski umurnya masih belum dewasa tapi tingkah Sex nya sudah seperti tante-tante girang yang suka di entot. Sungguh jika badan sedang tidak Fit maka hancurlah diaduk-aduk gadis Palembang ini, seperti ini yang aku rasakan selama aku berhubungan dengan Friska, gadis Palembang yang sangat Liar. Cerita Sex Terbaru
Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Waktu SMA aku mempunyai seorang adek kelas namanya Friska, orangnya sangat ideal, tubuhnya putih bersih, payudaranya sangat montok sekitar 36B, dan pantatnya yang sangat ketat, membuat aku selalu nafsu jika sedang berada di dekatnya. Singkat saja, akhirnya aku bisa mendapatkan cinta Friska, waktu itu aku kelas 3 dan Friska kelas 2 SMA, aku mengetahui kalau Friska sangat liar sejak aku memacarinya. Dia selalu mengajak unutuk Ngesex jika dia sedikit saja mendapatkan gesekan dariku, aku sendiri yang tergolong cowok doyan Ngesex juga selalu memanfaatkan keadaan ini. Cerita Sex ABG

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Waktu SMA aku dan Friska selalu bermain Sex dimana saja, di bioskop, di mall, di taman, dan toilet sekolah pun tak luput menjadi sasaran pelampiasan nafsu Sex kami berdua. Karena tidak memungkinkan maen dikos Friska karena kos Friska yang sangat ketat peraturannya. Setahun berhubungan dengan Friska, akirnya lulus sekolah dan aku harus melanjutkan kuliahku di UNS, salah satu universitas negri di solo. Memang jarak aku dan Friska sekarang jauh, aku berada di slo dan Friska masih tetap ngekos di jogja. Tapi aku tak akan pernah lelah untuk setiap saat datang dikos-kosan Friska. Cerita Sex DaunMuda

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Siang itu aku sedang kosong tidak ada kuliah sama sekali, aku langsug berniat untuk mengunjungi Friska di kosnya, aku memperkirakan jika aku sampai dikos Friska saat itu juga Friska juga sudah pulang dan sampai di kos nya. Karena kos yang sangat ketat dan mempunyai banyak peraturan maka aku memanfaatkan waktu dengan secepat mungkin. Aku sampai dikos Friska pukul 12 siang padahal jam 1 siang tidak ada yang boleh maen dikos tersebut, aku hanya mempunyai waktu satu jam untuk bercumbu dengan Friska, tanpa menunggu lama aku langsung mencumbu Friska dengan Liarnya dan Friska pun juga membalasnya tanpa berganti pakaian dulu. Cerita Sex Perawan

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Kulumat habis bibir seksi Friska, kulucuti baju seragam Friska yang masih terpakai, sempat aku mengobok-ngobok juga memeknya sebentar meski hanya dari luar CD nya. Setelah aku lihat waktu menunjukan pukul satu, terpaksa aku mengakhiri pergumulan yang baru saja mulai panas ini. Terlihat wajah kesal dari Friska, seakan Friska tak mau aku tinggal saat dia sudah mulai terangsang. Aku langsung berpakaian dan berpamitan dengan Friska, dan aku berjanji kalau pukul 5 sore aku akan menemuinya lagi di kos, tapi raut wajah Friska tetep saja tidak mau menerimanya. Cerita Sex HOT

“Mas Farel ke kostnya Adit ya?” tanya dia sambil membetulkan kancing bajunya.
“Iya, mau ikut tah?” tanyaku.
“Malas.. Panas!” Kami saling pandang seolah tidak terima dengan perpisahaan yang sesaat itu.
“Gimana kalau kita tidur disini saja” bisiknya.
“Terus?”
“Ya, kita kunci aja kamar dari dalam, biar Ibu kost gak tahu! anggap aja Friska lagi tidur kan beres?”
“Ha.. Gila lu!” kataku pendek.
“Mas Farel kan juga capek baru dari Solo, ntar di Kost Mas Adit gak bisa istirahat, paling juga bengong!”
Aku terdiam sejenak, “benar juga..” pikirku.
“Benar nih gak takut ama Ibu kost?”
“Siapa takut..”
“Okelah, tapi ntar aku tak ke kamar mandi sebentar”

Sepulang dari kamar mandi kulihat dia udah ganti pakaian tidur dengan lengan terlihat mulus, kuning kecoklat coklatan.

“Friska tutup pintunya ya Mas..”
“Heemmm..”
Kubaringkan badanku di kasur yang empuk, dan dia di sampingku sambil memelukku seolah tak mau kehilangan aku.
“Aduh..” tiba tiba aja dia bergumam.
“Ada apa?”
“Kurang ajar nih semut gigit paha Friska” ujarnya sambil menyingkap daster bawahnya.
“Wah bener kurang ajar tuh semut gua aja belum pernah gigit paha Friska kok dia udah duluan..”
“Emang mau gigit, tapi abis gigit mesti mati ya.. Hi.. Hi..”
“Tu kan Mas, jadi merah.. Emang kurang ajar semut itu!”
“Sini Mas Farel cium biar sembuh..” jawabku layaknya orang pacaran yang sok pahlawan.
“Gombal..”

Sambil iseng aku lihat pahanya yang digit semut itu dan, “Wow.. Mulus juga nih paha” batinku. Aku usap paha itu dengan lembut beberapa kali, dan tiba tiba saja aku cium paha itu.

“Iihh geli Mas..” Suara itu membuat ku birahi!
“Geli apa enak?” bisikku, tanganku mulai menggerayangi buah dadanya.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Dia diam saja, tanganku mulai kuselipkan dibalik bajunya dan menggerayangi pentilnya yang sudah mulai mengeras. Sementara tangan kiriku mulai menyelinap dibalik celana dalamnya dan kugesek gesek kan pada Memek-nya. Kusingkapkan dasternya keatas sehingga terlihat jelas gundukan Memeknya di balik celana putihnya. Dia diam saja. Sedikit demi sedikit mulai aku tarik celana dalamnya ke bawah. Cerita Sex Tante

“Ayo terus kalau berani..” tiba tiba aja dia berkata, aku sempat kaget dengan celetukannya itu.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Dalam sekejap saja sudah aku telanjangi dia, mulus! Tanpa banyak acara lagi aku juga ikut telanjang, aku gesek gesekkan Penisku ke Memek-nya. Nikmat rasanya, tapi aku tak berpikir yang lain cukup gesek-gesek saja. Sambil bercanda dia bilang.

“Ayo kalau berani dimasukkan Mas”.
“Gila kamu..”
“Hi.. Hi.. Takut ya..”
“Emang kenapa takut?”
“Coba aja..”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Aku tahu dia cuma bercanda karena selama ini kita pacaran memang sangat berhati hati. Tapi dia terus mengejekku.. Akhirnya tergoda juga aku. Aku masukkan helm Penisku ke Memeknya yang jelas sudah basah kuyup, tapi aku masih ragu. Tapi terasa sangat hangat dan luar biasa.. Aku masukan sedikit lagi dan hampir separuh Penisku sudah masuk.

“Mas jangan.. Ingat ya.. Jangan..” katanya
“Kenapa.. Kamu takut ya..”
“Jangan Mas, keluarkan” pintanya pelan.

Aku terus menggesek gesekannya, nikmat rasanya! Tiba tiba saja dia menggeserkan pantatnya ke samping dan mendorong pahaku. Penisku terlepas, kami saling berpandangan sejenak.

“Mulai nakal ya?”
“Habis ditantang sih..”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Dia mencium lembut bibirku, aku balas dengan lembut dan kami saling berpelukkan erat, aku ciumi leher dan telinganya, dia mulai menggeliat aku terus menyerangnya perlahan lahan aku cumbu buah dadanya dan terus aku merayap ke bawah sampai Memek-nya. Bau anyir yang merangsang keluar dari Memek nya, aku jilati Memeknya, dia menggeliat nikmat, matanya terpejam. Aku semakin rakus melahapnya dan aku masukkan lidahku ke dalam Memeknya. Dia menggeliat.

“Ukhh.. Enak Mas”, Aku tambah semangat.
“Terus Mas.. Enak..”

Aku lepas mulutku dan aku ganti dengan Penisku. Nafsu besar dan nikmat yang aku rasakan membuat ku tak sabar memasukkan Penisku.

“Aduh.. Pelan pelan Mas”
“Ya..”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Separuh Penisku sudah masuk, tapi susah sekali masuk lebih dalam. Aku tarik sedikit masuk lagi, mudur masuk.. Mundur.. Masuk tak terasa hampir masuk semua Penisku ke Memek nya. Aku remas buah dadanya sambil aku ciumi lehernya, dia terlihat merem melek merasakan nikmatnya Penisku. Tiba tiba saja ada yang menarik Penisku dari dalam Memeknya dan nikmat sekali.

“Akh.. Enak sekali sayang..”
“Tekan Mas.. Tekan lagi.. Pelan pelan..”

Aku merasakan Penisku keras dan terasa membesar didalam Memek Friska, aku sodokkan Penisku dengan pelan tapi pasti, dan semakin terasa ada yang menarik narik Penisku di dalam Memek.

“Akhh.. Sakit Mas.. Enak Mas.. Terus.. Terus..”

Erangan itu membuat aku semakin mengencangkan pelukanku terhadap dia, aku peluk dia erat-erat dan dia juga memelukku erat sekali sambil menahan sakit tapi enak.

“Uuuhhh..” desis dari mulutnya sambil mengejang sekujur tubuhnya.
“Ehmmhh..” badanku juga terasa mengejang nikmat sekali sperma ku kelar dengan deras memasuki Memeknya.

Terasa hangat Penisku, nikmat dan tak terucapkan dengan kata kata hanya erangan nikmat dari mulut kami berdua. Tiba tiba aku merasakan cairan hangat merampat di pahaku, aku terkejut bukan main. Aku tarik Penisku dari Memek Friska. Mataku terbelalak melihat cairan itu. Darah!

“Fris..”
“Mas.. Apa yang kita lakukan?” Pandangannya juga nampak kaget.
“Maaf Mi..” kataku.
Tiba tiba saja Friska memelukku erat erat.
“Friska sayang Mas Farel”
“Mas Farel juga sayang Friska”

Aku rebahkan dia di kasur yang empuk, kami saling berpandangan.

“Friska gak menyesal kok Mas, Friska senang”, Ah, lega rasanya mendengar kata kata itu.
Tok.. Tok.. Tiba tiba saja pintu di ketok! Kami kaget bukan main, bingung mau apa.
“Fris.. Buka.. Tidur ya..” Kami tak bergerak cuma saling pandang, pelan pelan kami mengambil baju masing masing.
“Itu Teteh”
“Diam aja Mas, pura-pura tidur gak dengar!”
“Mi, Teteh pinjem hairdryer”

Badan ini rasanya panas dingin, kami tidak berani memakai baju karena takut berisik.

“Klek..”

Tiba-tiba saja pintu terbuka, ternyata Teteh punya juga kunci kamar kost Friska yang memang berdampingan. Rasanya dunia mau runtuh saat itu.

“Fris.. Mas..”

Teteh seolah tak percaya apa yang dilihatnya. Cepat cepat Teteh masuk dan mengunci kamar Friska, dan Teteh siap mengadili kami berdua yang masih telanjang.

“Apa apaan ini?” Sambil melirik tempat tidur yang berantakan dan ada noda darah keperawanan Friska.
“Teh.. Maaf kan saya Teh” ucapku pelan.
“Saya yang bersalah Teh, bukan Friska”
“Kenapa Mas Farel lakukan? Teteh udah percaya sekali ama Mas Farel!” sambil meneteskan buliran air mata kekecewaan.
“Maaf Teh..”

Tiba tiba saja Teteh memelukku yang masih telanjang! dan Penisku menyentuh tubuhnya yang lebih kecil dari Friska. Pelukkan erat Teteh membuat Penisku berdiri lagi, dan aku bingung.

“Celaka nih, tegang lagi”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Friska pun ikut memeluk kami yang masih berpelukkan, buah dada Friska membuat aku tambah merangsang. Aku beranikan mencium bawah telinga Teteh yang masih terisak di pelukkanku. Harum juga karena Teteh memang baru selesai mandi. AKu tambah terangsang dan aku ciumi leher Teteh, sedikit aku merasakan gerakan Teteh yang ternyata dia juga terangsang dengan ciumanku ditambah posisi telanjangku dan Penisku yang menempel di sekitar pusar Teteh.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Aku coba kencangkan pelukanku terhadap Teteh, sementara aku ganti mencium Friska yang juga memeluk Teteh, Friska menyabut ciumanku dengan lahapnya sementara Teteh yang ada dalam pelukan kami berdua pada posisi ditengah karena memang Friska memeluk Teteh dari belakang dan saya dari depan. Tak ayal Teteh cuma menggeliat diantara kami, tanganku turun kebawah ke arah pantat Friska yang tepat dibelakang Teteh. Aku tarik pantat Friska ke depan sehingga mendorong tubuh Teteh lebih merapat ketubuhku dan menjepit Penisku. Aku goyangkan pantat Friska perlahan lahan dengan harapan badan Teteh juga ikut bergoyang, dan harapanku itu terpenuhi.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Badan Teteh bergoyang menggesek gesek Penisku, tangannya bertambah erat memelukku. Tiba tiba saja Mulut Teteh mulai menyerang leherku, rupanya dia juga gak tahan melihat aku dan Friska semangat berciuman. Tanganku mulai berani meraba buah dada Teteh dan Teteh tidak menolak bahkan seolah olah menikmatinya. Mata Friska memandangku dengan sorot tajam seolah melarang aku meraba kakaknya itu tapi aku pura-pura tidak melihat. Perlahan tanganku aku turunkan dan meraba Memek Friska dengan tangan kanan, dan tangan kiriku mulai merayap dibalik celana dalam Teteh. Aku lihat Friska menikmati tanganku yang sudah meremas Memek nya, dia terlihat memejamkan matanya.

“Kesempatan” batinku.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Memek Teteh pun tak lepas dari tangan kiriku dan Teteh juga menikmatinya. Teteh sedikit melorotkan badannya dan mencium pentil susuku yang kecil dan dia terus bergerak ke bawah sambil meremas Penisku. Dan sesaat Teteh sudah sibuk dengan mulutnya menikmati Penisku. Teteh mendorong badanku hingga aku terjatuh di spring bed, Friska pun mendahului Tetehnya memegang Penisku seolah dia tak rela Penisku di jamah Tetehnya. Friska langsung memasukkan Penisku kedalam Memeknya yang sudah basah dan sedikit noda darah masih ada, sementara Teteh harus puas melahap mulutku. Friska begitu semangat mengenjot Penisku dengan gerakan naik turun sambil mengerang kenikmatan.

“Ukhh” Friska mengeluh sambil badanya mengejang, rupanya dia sudah keluar lagi.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Teteh yang melihat Friska sudah orgasme memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil posisi mengarahkan mulutnya ke Penisku dan Memeknya diarahkan ke mulutku. Posisiku dan posisi Teteh saling berlawanan, kaki Teteh menjepit kepalaku sehingga aku dengan jelas melihat Memek Teteh yang dipenuhi rambut tipis disekelilingnya. Sementara Friska ada disamping kami berdua sambil meremas remas sendiri buah dadanya. Aku jilati Memek Teteh yang masih wangi karena habis mandi, aku masukan lidahku menyentuh dalam Memeknya dan Teteh menikmatinya.

“Enak Mas.. Terus..”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Hampir saja aku tidak bisa bernafas karena Teteh menekankan Memeknya ke wajahku, aku dorong sedikit pantatnya supaya aku bisa bernafas. Aku balikkan badan Teteh, sehingga saat ini posisiku diatas Teteh. Aku tidak mau berlama lama melakukan oral sama Teteh, langsung saja aku masukkan Penisku ke Memek Teteh yang ternyata juga cukup kecil buat Penisku. Teteh agak kesakitan tapi tidak protes.

“Aaaarrrggghh..”

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Akhirnya Penisku bisa masuk hampir semuanya, dan Teteh merasa kesakitan dan menggeser sedikit pantatnya kesamping tapi tetap aku buru ke samping sambil sedikit menggoyangnya. Kedua kaki Teteh diangkat menjepit pantatku seolah-olah dia ingin memasukkan Penisku lebih dalam lagi, aku berusaha memasukkan pelan pelan dan agaknya lebih lancar karena Memek Teteh sudah basah kuyup. Kaki Teteh menjepitku tambah kencang dan aku juga coba peluk Teteh lebih kencang.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – “Ooouuuhhh..” Teteh melenguh dan nafasnya tersengal-sengal, ternyata dia mengalami puncak kenikmatan, aku rasakan badannya mengejang dan jepitan kakinya membuatku tak bisa bernafas tapi aku biarkan dia menikmati kenikmatan itu. Sedikit demi sedikit jepitan kaki dan pelukan Teteh mulai lepas, giliranku sekarang untuk menikmati kenikmatan bersama Teteh. Aku balikkan badan Teteh dan aku masukkan Penisku dari belakang dengan gaya anjing aku coblos Memek Teteh.

“Huuhh” nikmat sekali ternyata dengan gaya ini, aku menikmati sekali gaya ini.

Penisku keluar masuk ke Memek Teteh seolah tak ingin berhenti apalagi diiring desahan Teteh yang pelan tapi sangat membuatku bernafsu. Hampir lima menit Penisku keluar masuk ke Memek Teteh dan akhirnya..

“Aaahhh.. Nikmat Teh..” badanku kejang.. Nikmat..!

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Aku peluk Teteh dari belakang sambil menikmati orgasmeku. Penisku terasa membesar saat itu dan aku coba masukkan lebih dalam Penisku ke Memek Teteh. Tiba tiba saja terdengar suara seperti air tumpah. Crek.. Aku kaget tapi bersamaan suara itu kenikmatan yang jauh lebih nikmat dari sebelumnya! Aku kaget sekali saat aku rasakan ada air hangat mengalir di antara Penisku.

“Jangan jangan..”

Cepat cepat aku keluarkan Penisku dari Memek Teteh, hah.. Benar dugaanku. Darah! Ternyata Teteh juga masih perawan! berarti dalam 3 jam aku dapat dua perawan! Kakak Adik lagi!

“Hebat!” dalam batinku. Ternyata aku laki laki paling beruntung dapat perawan 2 sekaligus!

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Tak kusadari aku lihat Friska disampingku meneteskan air Mata dan memejamkan matanya yang sudah sembab! Aku baru sadar ternyata adeganku dengan Teteh dilihat tanpa sensor oleh Friska! Pacarku! Dan adegan itu aku lakukan dengan kakaknya! Teteh! Saat itu aku gak tahu harus berbuat apa! Aku hanya memeluk Friska dan Teteh keluar dari kamar meninggalkan kami tanpa sepatah katapun.

Cerita Sex Liarnya Nafsu Sex Gadis Palembang – Hari hari berikutnya aku selalu membagi spermaku untuk mereka berdua untuk Friska dan Teteh, tapi saat itu aku selalu beranggapan Friska pacarku dan Teteh adalah selingkuhanku. Saat ini Friska dan Teteh sudah menikah, demikian juga dengan aku. Friska dapat suami orang Magelang dan Teteh dapat tetangganya di Palembang. Walaupun begitu Aku masih sering melakukan sex by phone dengan Friska paling tidak seminggu sekali dan sex di hotel sebulan sekali. Kami masih bisa menikmatinya.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Share

Related posts