Berawal Lucu Berakhir Ngenthu Masih Seri Mahasiswi

Musim ujan gini jadi inget kejadian dulu ketika gw masih berbakti di kampus gw. kejadian ini kalo di timeline ada di setelah Clara (yang belum kunjung selesai karena gw masih susah ngingetnya, hehehe.

DISCLAIMER

– Nama mengalami perubahan untuk keperluan privasi

– Cerita ini 70% nyata, 30 sisanya bumbu karena kalo sesuai dengan kenyataannya bisa panjang dan monoton

– Kalo merasa ada kesamaan dengan cerita lain gw, itu karena modus dan gaya maingw cenderung itu-itu aja.

– Jika ada kesamaan marga, mohon maaf

Rabu, jam 17.30

hujan deras seperti biasa, di daerah ini seperti punya jadwal. Siang terik tapi menjelang jam 3 langit berubah gelap dan hujan deras menyerang. Di tengah kantin gw masih asik menyesap kopi sambil membaca beberapa tugas mahasiswa. Langit sore bercampur mendung dengan angin yang berkelibat. Hujan deras namun sudah cukup reda dibandingkan dengan badai 2 jam sebelumnya. Ga banyak junior gw di kantin sehingga gw gabisa ngobrol ngalor ngidul, praktis hanya ditemani handphone, kopi, rokok, dan tugas mahasiswa, sementara orang lain di bangku gw sedang asik bercanda dengan temannya. Bisa terlihat juga di kantin yang tak terlalu besar ini beberapa mahasiswa basah kuyup. Yah agak aneh, kalo emang udah basah kuyup buat apalagi neduh?

Menjelang magrib akhirnya gw memutuskan untuk pulang. Lembaran-lembaran tugas gw masukkan ke tas, dan gw keluarkan payung yg cukup imut. Hell ada mahasiswa ngasih payung tapi kok ya motif polkadot dengan gambar kucing. Anyway payung tetap payung. Parkiran dosen letaknya cukup memakan waktu, di sebelah lapangan 3in1 yg digunakan mahasiswa untuk UKM. Entah karena hujan atau memang sedang tak ada kegiatan, lapangan ini gelap gulita, menyisakan temaram oranye lampu parkiran dan deras air di gorong-gorong. Parkiran dosen berada di sisi kiri fakultas, akses jalan kaki untuk mahasiswa yang ingin ke fakultas sebelah atau keluar melalui pintu belakang kampus.

Gw membuka pintu bagasi mobil terlebih dahulu, mau mindahin plastik hitam besar isi laundrian, maksud hati tadinya sekalian berangkat, apadaya malas parkir menyerang. Sejenak gw melihat bayangan orang berlari tergopoh, mahasiswa pulang nih pikir gw sambil menutup pintu bagasi dan beranjak ke kemudi. Baru gw buka pintu dan nyalain mesin, tetiba terdengar suara *byur diiringi teriakkan kencang. Gw menoleh ke arah suara tersebut, terlihat tangan dan kepala, ya hanya itu sambil meminta tolong. Ada orang, kejebur di gorong-gorong parkiran yang harusnya ditutup. gw berlari ke arah orang tersebut, meraih kedua tangannya sambil berusaha menariknya ke atas. Area belakang parkiran hingga jalan setapak memang sangat sering tergenang, membuat mana lobang mana jalan gak keliatan. Sekuat tenaga gw tarik tangannya hingga akhirnya ia keluar dan duduk di tepi gorong-gorong. Seorang mahasiswi, seluruh tubuh dan tasnya lepek, hanya handphone yang ia selamatkan dengan melemparnya, dasar anak jaman sekarang, handphone lebih penting. Untungnya handphone tersebut mendarat di area akar pohon yang tidak tergenang air.

Perlu diketahui, ternyata gorong-gorong yang dibuka adalah hulu dari 3 arah gorong-gorong, yang dalamnya bisa 1 meter lebih, dan kebayang berapa banyak sampah dan tanah di dalamnya. Mahasiswi ini sepertinya siluet yang gw liat sebelumnya. Ia terlihat jijik dengan dirinya sendiri sambil membersihkan sampah-sampah yang menempel di badannya. Rambut di atas bahu yang sudah lepek, dengan turtleneck hitam tanpa lengan, dan celana jeans yang semua lepek. Tetiba kilat menyalat diiringi suara gemuruh, gw menyuruh gadis itu masuk mobil gw. yak praktis jok depan penumpang basah kuyup dengan bau menyengat, sial. Di mobil ia menaruh handphone di dasbor sambil menyeka wajahnya, kemudian kembali membersihkan daun dan sampah plastik yang menempel di lengan dan bajunya diiringi suara-suara teriakan jijik,huwaaa, iyuuuuh .

Gw gabisa menahan tawa melihat kejadian ini, dan akhirnya terbahak-bahak setelah sampai mobil. jangan ketawa! Ga lucu! kata gadis itu dengan wajah kesal. nana yak? tanya gw memastikan sambil menyalakan mobil kembali. iya mas, nana, huwaaa jawabnya sambil mencimit dedaunan di sekitar lehernya. Mariana Lubis, mahasiswi semester dua. Dari namanya sudah bisa dikira-kira kan? Gadis keturunan batak ini punya postur tnggi jenjang, dengan dada yang gw lihat cukup besar membusung, mungkin 34D, rambut seperti bop hampir menyentuh bahu. Gw kenal dia dari salah satu junior gw, bisa dibilang teman maen kartu dan ngerokok junior gw lah.
ilustrasi. Nana wajahnya sedikit lebih membulat dan tanpa behel
dianter ke kosan yuk biar cepet pulang, mandi tawar gw sambil perlahan memasukan perseneling dan menurunkan rem tangan. gw ga ngekos mas, jawabnya singkat sambil masih memeriksa ada sampah apa yang menempel. yaudah gw anter pulang dah, di mana? tawar gw lagi, jujur gw kasian liat keadaannya. jauh mas, di ******** jawabnya lagi. Waduh, ga macet aja bisa satu jam lebih, gimana kelar ujan gini, pasti macet bgt, pikir gw. kosan temen lu dulu dah, biar mandi gw masih menawarkan yang terbaik sambil mengeluarkan mobil dari parkiran. ahh engga deh jawabnya seperti agak khawatir. lah kenapa? tanya gw heran. mas, gw nyemplung selokan, abis nama gw di kampus ini, dicengin semua orang, id rather not ia menjelaskan sambil memasukan sampah-sampah yang menempel ke plastik yang gw kasih. trus lu uyub gitu mau kemana? Ke rumah dingin banget, yaudah bilas dulu di kosan gw mau? Biar kering tawar gw agak jutek. Ia menatap gw, gapapa nih? tanyanya seperti menemukan jawaban yang dicari. yaudah, yuk jawab gw sambil tangan gw berusaha mengambil jaket untuk diberikan ke dia. Ia memakai jaket yang gw kasih, sambil giginya bergemeletuk kedinginan.

Sampai di kosan, gw memberikan handuk kering dari lemari dan gw persilahkan dia nyari baju yang kekira bisa dipakai. Sedikit berpikir baju gw yang kekecilan sekalipun pasti jadi daster di dia, beda tubuh kami cukup jauh. Ketika ia memilih pakaian di lemari, gw pamit keluar membelikannya minuman hangat. 20 menit lebih gw baru kembbali karena ternyata warkop ramme banget orang neduh. Yak hujan kembali turun dan cukup deras. Ketika gw membuka pintu kosan, terlihat Nana sedang duduk membelakangi pintu, membuka bindernya yang basah dan memilah-milah kertas yang masih bisa diselamatkan. dah mandi? Mau balik? Gw anter dah tanya gw tetiba yang sepertinya mengagetkan dia. ah, jangan mas, gw bingung mau alesan apa jawabnya sedikit bingung. lha kenapa? Bilang aja kecemplung jawab gw lebih bingung sambil nempatin kopi di gelas. masalahnya, umm, ortu gw. gitu deh, susah jelasinnya, tapi alesan gw gabakal diterima jawabnya. Gw memicingkan mata, ortu macam apa yang ia ceritakan. terus? Lu mending tidur di sini gitu? tanya gw lagi sambil memberikan kopi ke dia dan memberi kode untuk menghentikan kegiatannya dahulu.

itu gw bingung, abis gw ama bokap kalo pulang, adalah pokoknya, bokap gw rada aneh. Tapi kalo ke kosan temen, sama aja jadi bahan lawak ampe lulus, gamaauuuuuuu teriaknya histeris di ujung kata-katanya. yauda, ada laundry super ekspres, dulu sih gw 3 jam kering, coba aja. Kalo baju lu kering, bisa pura-pura kemaleman apa gitu ke kosan temen, gimana? gw mencoba memberi tawaran, yang diiringi dengan anggukan setuju. mau lu apa gw yang ngelaundry? tawar gw lagi. lu aja mas gapapa? gw maluuu pintanya, yah gw hanya mengangguk. Gw membawa turun baju basahnya yang sudah dimasukkan kantong plastik. Sekalian gw bawa laundrian gw yang ditinggal di mobil dan jaket basah tadi. Gw memisahkan laundrian gw dan dia.

yang ini super ekspres bu kata gw sambil menyerahkan kantong plastik berisi pakaian Nana. Jadi, 4 kilo reguler, dan 3 potong super ekspres ya kata si ibu laundry sambil menulis nota. javcici.com  Gw hanya mengangguk. yg surex (super expres) diambil jam 11an bisa tambah ibu laundry sambil menyerahkan nota. Gw berjalan pelan menuju kosan sambil melihat nota, baru sadar, tiga potong? Ya, jasa super ekspres di deket kosan gw bukan kiloan, tapi per pakaian. Gw mengernyitkan dahi, sambil menerka cewek itu pakaiannya kan, baju, celana, bra, ama CD. Kalo Cuma 3 potong apa yang ga dia masukan sini? Apa mungkin nana masih make CD basah? Atau bra basah? Atau mungkin ada satu yang dia ga pakai? pikiran gw mulai liar bersamaan dengan hari yang kian malam dan hujan yang kian deras.

Ketika gw membuka pintu kosan, nana seperti baru selesai dari kamar mandi, ia sedang berjalan kembali ke tasnya. Ia hanya mengenakan baju gw, tanpa celana. Baju berwarna krem boleh dapet dari kepanitiaan. Na, gamake celana? hardik gw mengagetkan. Nana sedikit terkejut tapi langsung berubah kalem dan duduk bersila dengan santainya sambil menekan sekitar selangkangannya agar terutup. ga ada yang muat mas, kedodoran semua, baru bangun dikit jatoh celananya, yaudalah. Baju lu juga gede banget, gombrong kaya daster jawabnya sambil merapikan bindernya. Gw berjalan ke arah meja, melempar tumpukan kertas binder ke hadapannya, pake aja nih, salin yang penting dulu ujar gw menawrakan. asiiiik, bang pol baik emang, makasiii jawabnya ceria sambil langsug mengeluarkan kertas binder kosong tersebut.

Setengah jam ia masih duduk sambil menyalin isi bindernya. Gw kadang-kadang bangun, melongok ke arah kerah yang belahannya jadi sangat rendah. Ketika nana sedikit menunduk sedikit terlihat gundukan dari balik kaosnya. Perlahan membuan wapol.jr bergejolak. Ia kemudian mengubah posisinya menjadi tengkurap, seperti Clara dulu, alasannya biar lebih enak. Seperti sengaja ia tengkurap membelakangi gw, dengan posisi menulis, bajunya sedikit tertarik ke atas. Membuat pahanya makin terlihat. Kakinya terus bergoyang-goyang. Gw berusaha mengintip di sela-sela pahanya namun sulit untuk melihatnya.

15 menit berlalu, selesaaaai teriaknya sambil bangkit dan kembali duduk. lagi ngapain mas? tanya Nana kemudian sambil duduk mendekat. biasa, ngurus tugas mahasiswa jawab gw sekenanya. Nana kemudian bangkit, ngambil rokok, dan membakarnya sambil duduk di bibir kasur. kosannya bebas ya mas? tanya ia kemudian sambil gw liat sekilas ia celingukan. kosan pegawai, kosan campur sih, ada cewek juga jawab gw masih sekenanya. iya? Enak dong bebas balas Nana antusias. Gw akhirnya selesai memeriksa tugas jadi bisa fokus ngobrol (sambil ngelirik-lirik) Nana. itu laundrimu kelar jam 12an kata gw membuka pembicaraan kembali. yaaah malem banget, huf balas Nana sedikit kecewa. ya mau gimana, lagian jarang ada laundry bisa nyuci secepet itu ya jawab gw sambil membakar rokok.

oiya ngomong-ngomong, sorry nih. Kok Cuma 3 pieces yak? tanya gw ketika teringat nota laundry tadi. Nana agak sedikit bingung, hah maksudnya? . iya cewek kan ada baju, celana, beha, ama CD, 4 dong. Ini Cuma 3 jawab gw sambil melirik padanya. Nana agak gugup, matanya berputar ke sekeliling ruangan. yauda sih masi kaku aja tambah gw sambil duduk di bibir ranjang, sebelah Nana. iye mas iye, gw ga make beha jawab Nana kemudian. Gw berusaha santai sambil menghisap rokok. kok ga kaget? Kaget dong kata Nana kemudian sambil menggoyang-goyangkan bahu gw.

lha ngapain kaget, biasa aja. Kenapa emang? jawab gw santai. sok cool banget ih jawab Nana setengah bersungut. yah biasa aja, ada orang yang emang seneng ga make beha kan, feel free gitu jawab gw santai sambil mengambil asbak dari meja. uwih beda nih, tumben. Biasanya ya cowok kalo tau Nana lagi ga make beha tuh matanya langsung mesum jawab Nana sambil membuang abu di asbak. yah cowok-cowok yang ga biasa aja kali jawab gw sok cool padahal mupeng. trus di balik tuh kaos, langsung badan? tambah gw kemudian. iya, mau liat? Mupeng yaaa? Sange yaaa? jawab Nana sambil tubuhnya diarahkan ke gw dan tangannya sedikit menunjuk. liat mah mau, tapi biasa aja, dikasi yauda…. ga dikasih? tanya Nana memotong. ga dikasih ya coli sambil bayangin, hahahaha jawab gw diikuti tawa Nana. hahaha cowok sama aja katanya di tengah-tengah ketawa. emang lu ga pernah masturb kalo liat cowok gtu? tanya gw lagi di tengah tawa. yaaa….. sama jawab Nana dilanjutkan tawa kami lagi.

oiya mas, kosan campur nih, sering bawa cewek dong? tanya Nana. umm ga sering sih, Cuma kalo ada kesempatan dan ada cewek yg mau aja, hahaha jawab gw diiringin candaan. Nana masih bisa nerima candaan ini sepertinya. uda berapa cewek yg mas entot di sini? tanyanya makin ceplas ceplos. umm, ama lu 4 lah jawab gw. dih pede banget, siapa yang mau yeee jawab Nana sambil mendorong-dorong bahu gw. oiya lu tadi bilang, biasanya cowok yang tau gamake beha langsung mesum, emang uda berapa cowok yang liat lu telanjang? tanya gw mulai berani. ama lu 5 lah mas, hahaha jawab Nana sepola dengan gw. dih, kaya gw mau aja jawab gw berusaha sepola. gamau ni liat gw telanjang? goda Nana mendengar jawaban gw. mau lah jawab gw singkat, padat, jelas. yee sama aja lu mas jawab Nana kemudian.

oiya itu gimana ceritanya lu bisa kejebur di gorong-gorong dah? tanya gw ketika tawa mulai mereda. yah diingetin… jawab Nana agak malas tapi kemudian dia cerita. sakit ga? tanya gw ketika ia selesai cerita. ga terlalu sakit mas, malunya itu lho jawab Nana. oiya, jangan bilang-bilang ya mas kalo gw jatoh pinta Nana. iya, tapi gw jadi yang kelima liat lu dulu goda gw. dih gitu sih, apaan si ah jawab Nana bersungut, ia memalingkan badannya dari gw. kaga, becanda. Ga disebar lah, konsumsi pribadi aja jawab gw meredakan ketegangan. bener yaaaa tanya Nana lagi sambil membalik badannya kembali menghadap gw. dijawab dengan anggukan sambil tangan gw merangkulnya. Ga ada sanggahan, justru nana malah menyenderkan kepalanya ke bahu gw. bayanginnya aja Nana malu mas, kok bisa setolol itu sih, kejebur, tenggelem di selokan Nana mulai bergumam kesal, malu jadi satu.

Gw masih posisi merangkul, mengusap lengannya. yaudah udah. Eh iya, lu bener sering ga make beha? tanya gw modus. ga sering juga, Cuma kalo lagi pengen aja jawab Nana masih nyender ke bahu gw. ga takut diperkosa? tanya gw lagi sambil sesekali gw melirik ke belahan dada Nana yang mengintip dari kaos. ga lah, jarang cowok mau macem-macem mas kalo ceweknya yang nantang jawabnya. lagian lucu mas kalo liat cowok gelagapan kalo kegep lagi liat toket gw tambah Nana. Kemudian ia melirik ke arah gw, kaya lu nih, ngeliatin toket aja daritadi shit ketangkep basah lagi lliatiin. Tapi bukan gw gelagapan,gw malah melirik ke arahnya sedikit lalu kembali melihat dadanya.

Nana menjauhkan kepalanya dari bahu gw. dih ga seru banget, kegep santai gitu ga gelagepan seru Nana yang melihat respon datar gw. kembali gw merangkulnya, kali ini gw lingkarkan tangan ke perutnya, ga ada penolakan, ia kembali bersandar. yah, lu make kaos doang, ga make daleman, cerita sering ga make beha, di kamar yang udah ada 3 cewek telanjang dan ngentot, trus lu ekspek pelakunya bakal kaget kalo kegep? tanya gw kemudian sambil perlahan mengelus sisi perut Nana. iya juga sih mas jawab Nana. lu enak ya mas diajak ngobrol, mau mesum mau bener nyambung, pantesan ampe 3 cewek mau dientot di sini gumam Nana. 4 dikit lagi, hahaha jawab gw yang dilanjutkan dengan Nana mencubit perut gw, apaan sih.

mas, bener ya jangan diceritain ke yang lain, harga diri mas pinta Nana lagi. ya kalo gw jadi yang kelima jawaban gw ga berubah seperti jawaban Nana yang ga berubah. kalo ga dingin mau dah gw mas telanjang, beneran. Dingin banget ini jawab Nana. Jawaban ini berbeda sekaligus mengagetkan gw. memang daritadi Gw perhatikan, bulu kuduknya berdiri, lengannya agak dingin, sedikit banyak bibirnya bergidik. sini dibikin anget deh balas gw sambil perlahan jemari gw naik dari sisi perutnya. anget gimanaaaaaahhhh Nana belum selesai bertanya dan jemari kanan gw mulai memijat sisi dadanya, sambil menekan Nana agar dada kirinya berhimpit di badan gw. dadanya tidak terlalu besar, tangan gw masih sedikit tersisa, entah karena kurang besar atau tubuh kami yang bedanya terlampau jauh. Namun dada Nana padat menggumpal membal, tidak seperti mitos kalo ga make beha dada jadi turun.

Tangan kanan gw mulai meremas-remas dada Nana. Dri samping memutar hingga memuncak dengan mencubit putingnya. Gerakan kemudian berulang dengan kedua tangan. aahhh…ahhhhh Nana melenguh setiap kali putingnya gw cubit. Beberapa menit gw meremas kedua dada Nana. Tangan kiri gw masih meremas, tangan kanan gw perlahan turun ke pahanya. Kemudian gw elus perlahan pahanya. udah mulai anget? bisik gw, Nana tidak menjawab. Matanya sayu dengan pandangan ke atas sambil menggigit bibir bawahnya. Ia nampak sangat menikmati. Tangan kanan gw bergerak ke sisi dalam pahanya, perlahan ia meregangkan kakinya. memeknya mau diangetin juga? bisik gw lagi. Kali ini Nana melihat gw, matanya sayu, sedikit mendesah sambil masih mengatupkan bibirnya ia mengangguk.

Gw kemudian bangkit, nana agak bingung melihat gw bangkit ketika kakinya sudah cukup meregang seperti meminta jemari gw menjamah vaginanya. gw kemudian mengangkat kedua kaki Nana, memposisikan Nana tidur di bibir ranjang. Kedua kakinya gw lebarkan membentuk huruf M. Gw berlutut di depan vagina Nana. Ketika mengangkat kakinya, kaos bagian depan tersibak, dan muncullah vagina kecoklatan. Semakin gw mendekatkan kepala gw semakin Nana nampak ragu (atau sudah tak tahan), kakinya sedikit gemetar antara khawatir atau gugup menanti momen ini. nampak jelas vagina berwarna coklat cerah, bibir dalam (labia minora) sedikit menjulur ke luar dan bulu halus membentuk garis di atas bibir vaginanya gw menjulurkan lidah, perlahan menyibak vagina Nana dari bawah hingga Clitoris. aaahhh ahhh Nana mendesah ketika lidah gw mennyapu bibir vaginanya.

Beberapa kali gw mengulang gerakan menjilat ini, sayup-sayup terdengar desahan Nana. Tangan berhenti memegang kakinya dan beranjak ke bokong nana. Sambil meremas sekaligus melebarkannya, lidah gw perlahan menyibak masuk lobang vaginanya. rasa asin sedikit anyir dengan aroma khas vagina mulai semerbak terasa. Lidah gw mulai membuat gerakan memutar di dalam lobang vaginanya. desahan Nana kian terdengar, sejurus dengan kedua tangannya yang tetiba menjambak rambut gw. lidah gw perlahan keluar dan naik ke arah klitorisnya. Sambil kemudian lidah gw menjilati klitorisnya, jari tengah kanan gw perlahan masuk ke lobang vaginanya. ooohhhhhhh…ahhhh Nana melenguh panjang ketika perlahan tengah gw menjamah masuk vaginanya. jari tengah gw masuk sepenuhnya, perlahan gw keluarkan kembali dari vaginanya yang telah basah. Gw lakukan berulang dengan tempo makin cepat.

Sepertinya vagina Nana sudah cukup banjir. Gw keluarkan tangan gw, berganti dengan lidah gw yang menjilat cairan yang perlahan keluar dari vaginanya. sementara kedua tangan gw perlahan mengelus paha Nana. Perlahan elusan tangan gw turun dan meremas bokongnya, sambil gw gigit kecil klitorisnya. uhhhhhh, mmhhhh Nana melenguh makin kencang. Dari bokong, tangan gw bergerilya ke arah atas, menyusup di balik bajunya, terus bergerak ke atas hingga ujung jari gw menyentuh gundukan. Perlahan gw remas dua gundukan tersebut. Seluruh jari gw dalam posisi meremas dada Nana, kecuali telunjuk yang siap memainkan putingnya. Gw remas perlahan dada Nana sambil telunjuk gw memainkan putingnya.

aaahhhhhhhh mau pipiiiis Nana melenguh panjang sambil tubuhnya meregang, dapat gw rasakan pahanya sedikit bergidik dan mulut gw seperti disembur cairan hangat, asin anyir. Orgasme pertama Nana menyudahi permainan gw.

Gw tarik kembali tngan gw dari dada Nana, dan gw sudahi jilatan gw. kembali gw bangkit berdiri, dan menatap wajah Nana yang sayu. mulai anget? Tanya gw setengah bercanda sambil menarik kedua tangan nana agar ia duduk. enak? tanya gw lagi sambil sedikit tersenyum. Dibalas dengan senyuman sayu Nana disertai anggukan pelan. mau gantian jilat ga? tawar gw. tanpa menjawab, kedua tangan Nana memegang ujung atas celana pendek gw. mau mas baru kemudian Nana menjawab sayu sambil tangannya perlahan menurunkan celana gw, dan mencuatlah wapol.jr yang sudah berdiri dengan semangat membara.

Tangan kanan Nana menggenggam wapol.jr sambil perlahan mengocoknya. Wajahnya kemudian mendekat, (dengan posisi Nana duduk di bibir kasur dan gw berdiri, wajah nana sama tingginya dengan wapol.jr). ia tidak serta merta mengulum, namun Nana malah menjulurkan lidahnya, perlahan menjilat kepala wapol.jr, dari bagian depan, bawah, hingga atasnya. Perlahan barulah ia memasukan wapol.jr ke dalam mulutnya. Baru berhasil memasukkan hingga bagian kulup, bisa gw rasakan lidah nana kembali menjilati wapol.jr di dalam mulutnya. Sangat perlahan wapol.jr tenggelam lebih jauh di dalam mulut nana, hingga akhirnya Nana meraih pangkalnya. Nana kemudian perlahan mengeluarkan wapol.jr dari dalam mulutnya. Gerakan sangat lambat ini benar-benar membuat gw tinggi. nana terus mengulang gerakannya dengan tempo makin cepat. Tangan kirinya bersandar ke panggul gw, dan tangan kanannya seperti memainkan dua biji wapol.jr.

Beberapa lama Nana mengulum, kemudian ia melepaskannya. Tangan kanannya langsung mengocok wapol.jr yang sudah becek dengan liur nana. Ia mengocok wapol.jr ke arah atas, dan wajahnya mendekati biji. Sejurus kemudian ia mengulum biji gw, bergantian kiri kanan seperti dipijat dalam mulutnya sambil tangan kanannya masih mengocok.  photomemek.com Beberapa menit berlalu dengan Nana yang bergantian menjilati biji dan wapol.jr. ia kemudian melepaskan kuluman dan kocokannya, menatap sayu ke arah gw, masukin mas, Nana udah tinggi banget pintanya sambil kemudian ia beranjak ke tengah kasur. Nana kemudian berbalik, posisi menungging dengn kepala menghadap kepala kasur. Gw beranjak ke sisi belakang nana. Terpampang vagina yang sudah becek, sedikit menganga dengan bulu-bulu halus di sekitarnya. Bokong Nana memang tidak terlalu besar, tapi bongkahan ini bulat menantang.

Gw bersimpuh di belakang nana, meremas kedua bokongnya. Nana melenguh kembali. Gw masukan jari tengah gw ke vagina Nana perlahan. sshhh ahhh…masukin mas pinta nana di tengah lenguhannya. Gw kemudian meremas kedua bokong Nana sambil memutar posisinya menjadi telentang. Nana nampak sedikit bingung walaupun ia menuruti. Bokongnya kemudian gw ganjal dengan bantal untuk memudahkan. kok diputer mas? Gasuka doggy ya? tanya nana sayu. suka, tapi gw mau liat muka lu pas titit gw masuk jawab gw sambil memposisikan diri. Nana mengangguk pelan. Kaki nana sudah dilebarkan hingga vaginanya jelas terlihat. Baju gw yang masih dipakai tersingkap hingga ke atas perutnya. Gw memegang wapol.jr, mengarahkannya ke vagina Nana. Beberapa saat gw gesek-gesekkan wapol.jr di bibir vagina Nana. Ia melenguh pelan ketika vaginanya dielus-elus oleh wapol.jr.

Kemudian baru gw pastikan wapol.jr ada di bibir vagina nana. Gw lallu mendekatkan wajah gw ke wajah Nana yang sudah sangat sayu. Matanya perlahan terpejam saat bibir kami kian mendekat dan akhirnya terpaut. Setelah kami saling menjilat kelamin, baru kali ini akhirnya gw mencium Nana. Proses yang aneh. Lidahnya menari indah di dalam mulut gw. napasnya makin memburu. Di tengah ciuman kami perlahan gw benamkan wapol.jr ke dalam vagina Nana. mmmhhhhh di tengah ciuman panas kami, nana melenguh kencang ketika wapol.jr perlahan tapi pasti masuk ke dalam liang vaginanya. perlahan wapol.jr merasakan daerah hangat, basah, dan saling menjepit di seluruh sisinya. Tidak sulit untuk wapol.jr akhirnya seluruhnya terbenam di dalam vagina Nana, barulah gw melepas ciuman kami.

Tangan gw kemudian bertumpu, dan mulai gw tarik perlahan wapol.jr, hingga hanya kepalanya saja yang terbenam, lalu dengan satu hentakkan, gw dorong masuk kembali wapol jr. aaahhhhh Nana melenguh kencang sambil matanya memandang kosong ke atas. Berulang kali gw ulang gerakan ini dan lenguhan Nana kian menjadi.

Hanya beberapa menit gw kemudian menghentikan permainan, memutar posisi kami terbilang sulit di kasur berukuran kecil ini, tapi gw berhasil. Sekarang gw tidur telentang, Nana lalu melucuti baju gw. beda ukuran tubuh kami cukup jauh, gw pikir kasian Nana kalo di bawah harus nahan badan gw.

Nana bersimpuh di atas wapol.jr yang sudah tegang. Tangannya mengarahkan wapol.jr ke bibir vaginanya. dan dengan sangat perlahan wapol.jr kembali dibenamkan ke liang vagina Nana. hhhaaahhhhhh nana mendesah ketika perlahan wapol.jr masuk ke dalam liang vaginanya. setelah seluruh batang wapol.jr masuk, gw memegang bokongnya. Perlahan Nana bergerak maju mundur. dari bokong, kemudian tangan gw naik dan bergerilya di balik kaos Nana. Kedua tangan gw kembali meremas dada Nana. ahhh enak mas…ahhh Nanah mulai meracau ketika kedua dadanya gw remas sambil ia tetap bergerak maju mundur dengan sedikit hentakan.

Agak susah untuk meremas dari balik kaos. Tangan gw kemudian turun, memegang ujung kaos Nana, dan menariknya ke atas. Nana ikut membantu gw menelanjangi dirinya. Setelah melewati kepala, kaos itu gw lempar sembarangan. Dan kini terpampanglah dada nana. Tidak besar memang, namun bulat membusung. Dengan aerola[1] yang juga membusung dan puting yang kecil (lebih kecil dari kebanyakan orang). Pola gerakan Nana kemudian berubah, ia mulai bergerak naik turun. Ketika ia menurunkan tubuhnya, gw menghentakkan panggul gw ke atas, membuat hentakan ini menjadi lebih keras. ooohhh…ooohhh desahan Nana kian berat ketika momentum.

ilustrasi dada dengan aerola yang mencuat

ohh maas, mau pipis kata Nana beberapa menit setelah permainan kami. tubuhnya sedikit meregang, ia berhenti bergerak. Gw dengan inisiatif bergerak lebih cepat agar tak kehilangan momen. Beberapa hentakkan gw merasakan Wapol.jr dibanjiri cairan hangat bersamaan dengan lenguhan panjang Nana.

Gw kemudian berusaha bangkit sambil bergerak ke bibir kasur. Gw duduk dengan posisi Nana duduk di pangkuan menghadap ke gw. kaki Nana sudah melingkar ke pinggul gw dan wapol.jr masih sepenuhnya masuk ke dalam vagina Nana.

Kami melanjutkan permainan ini. tangan nana melingkar di leher gw sementara tangan gw di punggungnya. Kepala Nana kembali mendekat. Kami kembali berciuman panas sambil tubuh kami seperti per yang terus bergerak naik turun. Mulut kami saling bertautan dengan lidah yang seperti tengah perang. Puas berciuman, wajah gw turun menjilati leher hingga dadanya. Bergantian dada nana gw jilati. Bentuk aerola ini membuat gw gemas untuk menyedot area putingnya. Puting coklat muda berukuran kecil, dengan aerola menyembul di dada berukuran 34C yang membusung.

ahhh, gigit mas pinta Nana sambil terus bergerak naik turun. Perlahan gw gigit kecil aerola hingga putingnya. mmpppfff Nana seperti menahan rasa sakit namun nikmat ketika perlahan putingnya gw gigit. Tidak cukup hanya menggigit dan menyedot dada Nana, gw mulai mencupang dada mungil itu. ahh terus,aaaaaah racau Nana ketika gw mencupangi kedua dadanya. Vagina yang sudah basah itu membuat bunyi-bunyian ketika gw menghentakkan wapol.jr. bunyi *plok plok yang cukup nyaring terdengar. Gw merasa wapol.jr sudah akan mencapai ujungnya dan tetiba Nana melenguh kencang, aaaaaaaah keluar mau keluaar, aaahhhh lenguhan ini cukup kencang untuk membangunkan penghuni kosan kamar sebelah. Tubuh nana kembali membusung, gw mempercepat gerakan gw. satu momen ketika wapol.jr menghentak masuk, kaki nana langsung mengunci tubuh gw sambil mendorong agar wapol.jr masuk lebih dalam. Tubuhnya kemudian bergidik kencang, aaaaaaaaah lenguhan yang sangat berat gw rasakan. Tangannya seperti mencakar punggung gw. kepalanya menghadap langit-langit. Gw membantu dengan meremas kencang bokong nana sambil menarik tubuhnya makin dekat. Gw bisa merasakan liang vagina Nana berkedut kencang di semua sisi. Menjadi sangat sempit hingga wapol.jr benar-benar dijepit dari segala arah dan tetiba cairan hangat mengguyur wapol.jr, begitu deras seperti banjir bandang, hingga cairan tersebut meleleh keluar vagina. aaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh lenguhan panjang Nana berawal dari nada cukup tinggi hingga berakhir dengan nada rendah. Ia kemudian menyandarkan tubuhnya ke tubuh gw, seperti kehilangan tenaga. Orgasme yang luar biasa.

mas belum keluar ya? Nana lemes banget mas bisik Nana setelah di telinga gw. kemudian gw mencabut penis gw, lalu memposisikan Nana kembali tidur telentang. Ketika tidur, ia langsung melebarkan kakinya sehingga terlihat cairan yang masih meleleh keluar dan membasahi bibir vaginanya. kembali gw arahkan wapol.jr ke vagina Nana. Perlahan wapol.jr kembali memasuki goa kenikmatan ini. berbeda dengan sebelumnya, kali ini gw memompa Nana dengan tempo cepat. Gw terus bergoyang hingga terdengar bunyi-bunyi aneh, frame ranjang yang berbunyi kryiit kryoot ketika gw begroyang dan bunyi *plok plok plok dari vagina Nana yang sudah banjir, mengalir syahdu dengan irama lenguhan nana ketika gw menghentakkan wapol.jr.

Nana tidak banyak bergerak dan tidak melenguh sekencang sebelumnya. Dada nana berguncang liar sebelum kemudian Kedua tangannya meremas dadanya sendiri karena tangan gw sibuk menopang badan gw. mau keluar kata gw setelah 5 menit memompa Nana dengan tempo tinggi. nana jug mau pipis mas balas nana. Tak beberapa lama vaginanya kembali berkedut, aaaaaaaaaaahhhhhh nana melenguh panjang ketika kembali gw rasakan wapol.jr dimandikan. Suasana ini begitu panas hingga akhirnya gw ga tahan. Beberapa hentakan kencang dan gw cabut wapol.jr dari dalam vagina Nana. Begitu tercabut, Wapol.jr langsung memuntahkan muatannya, untuk memastikan langsung gw kocok wapol.jr. *crot crot crto* 5 semburan bersarang di bibir vagina Nana, beberapa menyembur jauh hingga ke area perut. Nana kemudian mencolek cairan kental berwarna keputihan di perutnya dengan telunjuknya, dan langsung ia emut telunjuknya. mmmm Nana bersuara seperti anak kecil yang merasa enak ketika mengemut permen.

kenapa ga di mulut Nana aja mas, sayang tau pejunya ujar Nana kemudian. yaah, salah perkiraan, ini aja untung ga tumpah di dalem kata gw sambil mata gw terfokus pada vagina yang menganga, dengan cairan yang perlahan menetes keluar, dan bibir vagina berlumuran sperma.

Gw bangkit mengambil tisu untuk membersihkan sisa pertempuran. Kemudian rebahan di samping Nana. capek banget mas ujar nana sambil memeluk gw. gw hanya membalas dengan tawa kecil. kok kamu mau ngentot ama mas kan baru tadi sore kita deket? tanya gw agak penasaran. yah keadaan jawab Nana singkat. keadaan? tanya gw bingung. Nana berubah posisi menghadap gw, kemudian berkata mas, gw kedinginan, make baju tapi hampir telanjang, terus mas mancing terus, kan.. sange? potong gw kemudian. Nana terdiam, wajahnya sedikit memerah disertai anggukan pelan. Beberapa detik kami terdiam lalu pecahlah tawa.

kalo gw minta ngentot lagi boleh? tanya gw mulai berani. istirahat dulu ya, kasian ini dedeknya masih lemes jawab Nana sambil tangannya mengelus wapol.jr. dan kami kembali tertawa. Beberapa detik hingga akhirnya ruangan berubah hening kembali.

mas, gw sebenernya bohong ujar Nana terbata-bata. bohong gimana? tanya gw penasaran. mas bukan yang kelima jawab Nana lagi. jadi? Udah berapa laki yang liat lu telanjang? tanya gw penasaran. Nana terdiam, seperti ragu ingin bicara. Gw mengusap kepalanya pelan. gausah dipaksa kalo gamau, keep it yourself kata gw menenangkan. Wajahnya nampak cemas ragu. banyak mas, gw bahkan lupa ngitungin jawab Nana pelan. Gw berhenti mengusap kepala Nana ketika ia menjawab demikian, agak kaget tapi tetap berusaha cool. yang ngentot? Banyak juga?tanya gw lagi. mungkin lebih banyak, ada juga yang ngentotin gw tapi gw ga telanjang jawab Nana mulai percaya diri kembali. emang ga berasa memek gw agak lobeh? tanya Nana kemudian. enggak, yang ngentotin lu kontolnya kecil mungkin jawab gw mempertahankan kepercayaan diri Nana, walau dalam hati dari sodokan pertama gw merasakan vagina Nana agak longgar. Masih legit namun tidak selegit Clara ataupun mahasiswi lain (yang perlahan akan gw ceritain) di kampus ini.

Nana tertawa kecil. iya kali ya mas, pada kecil tititnya. Kata Nana memberi konklusi. ya gw juga bohong kok kata gw melanjutkan. berapapun itu ga sebanyak Nana kok mas jawab Nana seperti tidak ingin mempertanyakan itu. Dan kami kembali tertawa kecil.

Malam kian larut, kami masih tiduran berdua, tanpa apapun menutup tubuh kami. dada nana yang dipenuhi cupangan masih berguncang ketika ia berubah posisi. Malam itu Nana akhirnya menceritakan kisahnya, yang menurut gw pedih untuk mahasiswi seusianya.,,,,,,,,,,,,,,

Related posts