Di Hukum Pak Guru

 

Semua anak-anak kelas 2- Biologi 2 pada sebel. Bayangkan, hari Sabtu, jam terakhir, diisi dengan pelajaran Matematika. Mana yang ngajar Pak Bonar Gultom, guru killer. Nggak ada yang berani macam-macam dengan Pak Bonar. Tampang khas Batak, body tinggi besar, ada mungkin 180 cm, kulit hitam mengkilat. Dengan suara lantang terus memuntahkan rumus-rumus yang membosankan dari mulutnya. Semua anak memandang lurus kedepan. Kecuali Roni. Roni memang nggak peduli. Nggak takut sama guru, suka melawan. Ngak heran sudah beberapa kali dia tinggal kelas. Dan semua temannya takut dengannya. Bayangkan saja, tubuhnya tinggi, besar, berisi. Pemegang sabuk hitam. Duduk di sudut kelas, sendiri. Matanya terus tertuju pada buku dimejanya. Tak peduli dengan ocehan pak Bonar. Dan Pak Bonar sudah dari tadi memperhatikannya, curiga. Setelah menulis beberapa soal, Pak Bonar mulai melakukan patroli. Dengan diam-diam dia mendekati bangku Roni. Roni tidak menyadari bahaya yang sedang mengancamnya. Dan.. Sekali sentak, buku yang sedang dibaca Roni telah berada di genggaman Pak Bonar. Pak Bonar membaca sepintas dan melihat ke wajah Roni yang pucat. ” Pulang sekolah nanti, menghadap ke ruangan saya.. “… tegas Pak Bonar. Mati aku, umpat Roni. Gimana nggak takut, buku yang dibaca Roni dengan serius nggak lain buku stensilan. Bergambar lagi. Tak ada yang tau insiden tersebut selain Pak Bonar dan Roni. Teng – teng – teng.. Horeee.. teriak anak-anak serempak. Tanpa mengucapkan salam, semua berlarian keluar. Roni dengan lesu berjalan ke ruang belakang, tempat kerja Pak Bonar. Dilantai 2 paling ujung. Dari luar, dia lihat teman- temannya sudah pada pulang semua. Guru-guru juga. Maklum, hari sabtu. Besok libur. Mungkin sekarang cuma dia dan Pak Bonar yang masih berada di sekolah. Tok.. tok.. tok.. ” Masuk.. ” kata suara berat dari dalam.. Roni berdiri tepat di depan meja pak Bonar. ” Jadi ini kerjaan kamu di kelas tadi..? ” semprot pak Bonar langsung sambil membantingkan buku stensilan di atas meja. Roni cuma bisa tertunduk. ” Kamu musti diberi hukuman yang berat, biar kapok.. “.. Kreet.. pintu terbuka.. ” Nar , pulang yok.. Semua udah pada pulang tuch.. “.. Herman, guru olah raga tiba- tiba masuk.. ” Sebentar Man.. “… kata Bonar. ” Ada apa nih.. ” selidik Herman.. ” Tuch.. lihat saja di meja.. ” Herman mendekati meja dan mengambil buku kecil. ” Oh.. ha ha ha ha.. “.. Kedapantan ya kamu sedang baca buku porno.. “.. ” Iya.. dia harus betul-betul dihukum, biar jera…. Tapi apa ya… nggak ada hukuman yang bisa mengubah kelakuannya.. “.. Herman tak memperdulikan ocehan Bonar, dia asik membaca.. sambil tersenyum- senyum.. ” Ngapain kau senyum- senyum Man.. “.. ” Dengar nih… gue bacain… Alex berdiri telanjang bulat dengan kontol yang tagak menantang,.. didepannya berdiri Rudy yang juga sedang telanjang sambil memangang kepala Sonya. Dengan kasar, Rudy memaksa Sonya mengulum kontol Alex, sambil kontolnya sendiri digesek-geseknya dirambut Sonya.. Dengan rakus Sonya mengulum kontol Alex yang super besar, mengeluar masukkan dalam mulutnya.. “… ” Aku tau hukuman yang tepat buat si Roni.. ” Kata Herman. Sambil memandang Roni dengan wajah garang… ” Hei.. kamu sudah sering baca khan..? berarti kamu pasti kepingin juga ngentot.. betul nggak.. ” bentak Herman.. ” Pak.. maaf Pak.. “.. kata Roni gemetaran. ” Bonar, bagaimana kalau kita suruh dia ngisapin kontol kita.. Biar dia jera.. “… usul Herman, sambil tersenyum penuh arti. ” Ha ha ha.. bagus Man… aku juga mau. “..Bonar setuju. filmbokepjepang.sex Tanpa buang waktu.. Herman lansung membuka bajunya.. Hmm.. memang betul-betul olah ragawan. Otot dada Herman terbentuk dengan sempurna. Ditambah bulu-bulu halus yang tidak begitu banyak menambah kejantanannya.. Lalu.. celana trainingnya.. Kini tinggal celana dalam putih.. Tonjolan dibaliknya betul-betul tercetak. Besar. Dan agak basah. Pasti gara- gara baca buku tadi. Bonar dengan kasar memegang kepala Roni dan menyuruhnya jongkok. Dihadapan Roni, berdiri Herman. Bonar menempelkan wajah Roni, tepat di selangkangan Herman. Dengan kasar, digesek- gesekkannya wajah Roni, mengitari selangkangan Herman. Herman mulai menikmatinya.. ” Ayo buka.. “.. bentak Herman.. Roni dengan tangan gemetar mulai menarik color Herman.. dan.. Dihapadan Roni dan Bonar, tegak kontol Herman yang tegang penuh. Roni sedikit tersentak, karna saat kolornya lepas, batang kontol Herman langsung mendarat di wajahnya, menampar pipinya.. ” Sekarang, ciumi dan jilat tuch kontol..”.. kata Herman.. Roni diam, tak bergerak.. ” Hei.. kau dengar tidak..”.. bentak Bonar sambil menjambak rambut Roni.. Takut-takut, Roni menempelkan bibirnya dibatang kontol Herman. Mengecupinnya.. lidahnya mulai terjulur.. menjilatin…. Herman menggigit bibirnya.. merasakan sensasi yang begitu nikmat. Lama-kelamaan, Roni makin bersemangat.. Batang Herman mulai dijelajahinya.. Dan kini tangannya mulai ikut aktif. Meremas-remas kontol Herman.. Sekali-kali terdengar lenguhan dari mulut Herman.. Uh… ah… hmm…. Tangan Herman kini berada dibelakang kepala Roni, Mendorongnya ke depan, memompakannya. Bonar berkeringat melihat aksi Herman dan Roni.. ” Man,.. gimana rasanya kontol kau diisap..?.. Bonar penasaran.. ” Ouh.. ah… asik Nar,… enak.. Ron.. isapan kamu betul-betul enak.. “… tambah Herman. Roni makin semangat. Clepp.. plep.. terdengar sedikit bunyi cipratan dari mulut Roni. Basah batang kontol Herman karna isapin Roni. Bonarpun makin penasaran… Tadi Roni kelihatan takut waktu disuruh ngisapin kontol, sekarang kok malah jadi keenakan.. ” Gimana rasanya kontol si Herman Ron..? tanya Bonar lagi.. ” Pak.. enak Pak.. Asin,.. baunya sedap.. Pokoknya oke.. Kalo Bapak mau, isap saja Pak.. Kita keroyok nih kontol Pak Herman.. Bapak pasti ketagihan.. “.. promosi Roni. ” Iya Nar.. kalo mau, isap aja nich kontolku…”.. tandas Herman lagi. tukangbokep99.com Herman duduk di atas meja. Lalu dibukanya kakinya lebar- lebar.. Kini Bonar mulai menunduk.. Didekapnya Roni dari belakang.. Tangan Roni memegang sebahagian batang Herman.. Makin dekat, Bonar makin bernafsu. Diciuminya dulu.. kemudian dijilatinnya.. Dan.. tanpa banyak kata, kontol Herman sudah masuk dalam mulutnya… Disedot-sedotnya dengan rakus.. Roni yang kini kebingungan.. Mainannya disambar orang. Karna batang kontol nggak dapat, Roni mulai menjarah biji peler Herman.. Oh.. tak kalah nikmatnya.. dikulum-kulumnya.. Tinggal Herman yang makin kenikmatan.. kontolnya diisapin sama kuda-kuda jantan yang kehausan. Karna kaki Herman terbuka lebar.. maka sekitar selangkangannya terlihat dengan jelas. Roni sepertinya menemukan sasaran baru.. Lobang pantat Herman. Tanpa rasa jijik ,diijilatinnya.. disedot.. Tangan kanan Herman memegang kepala Roni, sedangkan yang kiri mengocok-ngocok kepala Bonar, memompakannya ke selangkangannya.. Bonar pun makin jadi.. Sambil mengulum-ngulum batang kontol Herman.. tangannya mulai meraba-raba tubuh Roni.. Perlahan tapi pasti, satu persatu baju Roni berjatuhan.. Dan terakhir tinggal celana dalamnya saja. Tangannya mulai meraba daerah terlarang Roni dan.. Herman sempat kaget.. gila.. gede juga kontol nih anak. Sekali hentakan, terlepas semua. Roni menikmatinya. Kontol Bonar yang masih tertutup dengan celananya, kini berada di tengah-tengah belahan pantat Roni.. dia gesek-gesek.. Bonar langsung bangkit dan berdiri disamping Herman. Herman langsung memeluknya dan mendaratkan ciuman ke bibir Bonar. Bonar membalasnya.. sambil berciuman, tangan Herman meraba-raba tubuh Bonar yang kekar dan membuka kancing kemaja.. Kini tinggal celana panjang. Roni ikut membantu. Dengan mulut mengulum kontol Herman, tangannya mengusap-usap selangkangan Bonar.. Asik nih, pikirnya.. Pasti super gede kontol Pak Bonar.. Dan.. setelah lepas semua, Roni tak bisa menutupi kekagetannya.. ” Wow.. gila Pak.. Ini kontol ato pentungan..? ” seru Roni. ” Gila Nar.. gede benar kontol kau, nggak disunat lagi.. ” Herman juga ikut kaget. Bonar dengan bangga makin menonjolkan kontolnya. Memang, kontol Bonar benar- benar gila gedenya. Ada mungkin lebih dari 20 cm. Tak disunat lagi.. Batangnya hitam. Tampak urat-urat yang menonjol. Roni mencoba mengukur batang Bonar.. di genggamnya dengan kedua tangannya.. Masih belum tertutup semua. Masih tersisa sebagian batang kontolnya.. Roni dengan tak sabar mulai menjilati batang kontol Bonar.. Ditariknya katup yang sedikit terbuka yang menutupi kepala kontolnya.. dia jilatin.. hmm.. nikmatnya.. ” Asik Pak.. “.. puji Roni.. Makin ditariknya, terlihatlah kepala kontol Bonar yang merah. Lebih cerah warnanya dari kepala kontol Herman.. Bonar dengan kasar memonopoli Roni.. Didekatkannya kepala Roni pada selangkangannya.. Dengan gerakan maju mundur dia pompakan kontolnya kedalam mulut Roni. Bukan cuma itu, kepala Roni ditekannya dengan kedua tangannya. Roni makin keenakan. Tangan kirinya tetap mengocok-ngocok kontol Herman. Lalu, Herman mendekatkan kontolnya ke selangkanan Bonar.. Dan begitu berdekatan. .sehingga saling bersentuhan. Roni lansung mencoba memasukan kedua batang kontol gurunya kedalam mulutnya.. pada mulanya tak berhasil. Tapi akhirnya berhasil juga.. Kedua kepala kontol gurunya sudah masuk sekaligus dalam mulutnya.. Herman jadi pingin juga menikmati rasa kontol Bonar.. Dia bangkit dan tukar posisi. Kini Bonar yang duduk mengangkang di atas meja. Roni masih tetap mengulum- ngulum kontol Bonar. Dari belakang , terasa oleh Roni kalau dia dipeluk Herman. Herman dengan erat merapatkan tubuhnya diatas tubuh Roni. Kembali Roni kehilangan mainan. Kini batang kontol Bonar ditangan Herman. Herman mulai memain- mainkan kontol Bonar. Ditariknya kebawah katup penutup kontol Bonar dan dengan rakus dikulumnya dengan keras kepala kontolnya.. ” Ah… Bonar keenakan… “.. Sambil menikmati kontol Bonar, Herman menempelkan kontolnya di sela-sela belahan pantat Roni. Dia mulai menggesek-gesekkannya. Hmm.. nikmat juga.. Roni yang ikut menjiliti batang kontol Bonar merasakannya juga. Dia juga mulai bergoyang, mengikuti gerakan Herman. Makin lama, gerakan Herman makin kencang.. Dan.. ” Ayo Ron.. kamu tidur di meja.. “.. perintah Herman. Roni langsung naik. Badannya diatas meja sementara kaki terjulur. Kontol Roni yang terhunus tegak merupakan pemandangan yang menarik buat Bonar dan Herman. Bonar menyodorkan kontolnya ke mulut Roni dan dengan gaya menyamping dia isap juga kontol Roni. Herman juga ikut mengeroyok kontol Roni. Kemudian, kaki Roni dia angkat tinggi-tinggi.. Dan dibukanya lebar-lebar,. Lobang pantatnya mulai jadi sasaran. Dengan jari telunjuknya, dia mulai coba memasuki pantat Roni. Roni tak dapat mengeluh, soalnya dimulutnya sudah penuh dengan kontol Bonar. artikelbokep.com Herman mulai berdiri, Bonarpun mengerti maksud Herman. Dibukanya lobang pantat Roni dan Kontol Herman berusaha menerobos lobangnya. Tanpa memikirkan Roni, dengan keras disodoknya.. Roni terpikik sedikit, dan menyadari apa yang sedang dilakukan gurunya.. ” Pak.. pelan-pelan dong.. Sakit tuh.. ” rintihnya. Herman tak menghiraukan rintihan Roni. Sekali hentakan lagi.. bles… dengan sukses kontol Herman mendarat dalam lubangnya. Herman mulai bergerak maju mundur.. Bonar menikmati pemandangan indah itu. Diludahinya selangkangan Roni, dan air ludahnya mulai mengalir kelobang pantat dan membasahi batang kontol Herman. Gerakan Herman makin terlihat lancar.. Dan makin terdengar suara akibat beradunya pangkal kemaluan Herman dengan selangkangan Roni. Roni mulai menikmatinya.. sambil menjilati batang kontol Bonar, dia terus berteriak.. ” oh.. hmm.. enak Pak.. lebih kerass.. ouh.. asiknya.. “… lenguhnya.. Bles.. bles.. ” Sudah Man.. gantian.. aku pun pingin ngentot juga.. pingin ngerasain lobang si Roni.” Sela Bonar tak sabar. Herman pun dengan enggan menarik kembali kontolnya dari pantat Roni. Bonar bangkit .. ” Aku pingin gaya nungging, ” katanya.. Roni bagai kerbau dicucuk hidungnya menurut .. Dia menungging, dengan tangan bertumpu pada meja. Herman masih didekat mereka.. mengocok-ngocok kontol Bonar sambil dilumurinya dengan ludahnya.. Dituntunnya kontol Bonar memasuki pantat Roni. Roni agak meringis, karna kontol yang menyodoknya sekarang sangat besar. Tapi setelah Bonar mulai menggoyangnya , dia mulai terbiasa. Herman tak ingin cuma jadi penonton.. Dari bawah, dia main-mainkan kontol Roni.. sementara tangannya mengocok-ngocok kontolnya sendiri. ” Pak.. duduk sini Pak.. saya masih belum puas

mengisapin kontol Bapak.. ” kata Roni. Herman lalu duduk dimeja. Pinggangnya langsung dipeluk Roni.. dan kontolnya amblas dimulut Roni. Roni mulai meraba-raba lobang Herman.. menjolok- joloknya dengan jarinya.. Herman suka.. Dengan agak berdiri dan memeluk Herman, mereka berciuman.. Bonar masih tetap asik mengocok-ngocok kontolnya dalam lobang Roni. Dengan suara terputus-putus.. ” Pak.. ouh… saya pingin ngentotin pantat Bapak, ouh… boleh ngak .. ” .. ” Boleh.. aku juga kepingin kena kentot,..”.. jawab Herman.. Kali ini Bonar ikut membantu permainan Roni. Dituntunnya kontol Roni. putri77.org Sementara Herman memegang kedua pahanya dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Roni dengan sigap membuka belahan lobangnya dan.. Dengan kasar dan dibantu dorongan dari Bonar… kontol Roni masuk ke lobang Herman. Oh.. nikmatnya tak terkatakan.. ” Pak.. kalau seperti ini, ini bukan hukuman namanya Pak.. “.. Roni yang betul-betul beruntung sekarang. Bayangkan.. dari belakang pantatnya disodok Pak Bonar, sementara dia sendiri ngentotin Pak Herman.. Kontol Herman dikocok keras dengan Roni. ” Auh… aku.. akuu mo keluar.. “.. rintih Bonar.. ” Sini Nar,. Biar kami tampung.. ” Herman menyambutnya.. Herman langsung jongkok, disusul Roni. Kontol Bonar dikocok oleh Herman dan.. Crott…. Crot… tersembur mani Bonar.. Semprotan pertama dan kedua diarahkan Bonar ke mulut Herman, kemudian dia arahkah ke mulur Roni. Keduanya menerimanya dengan rakus.. Setelah habis mani Bonar, Bonar dan Roni duduk di kursi. Herman berdiri. Mulai mengocok-ngocok kontolnya.. tak berapa lama..keluarlah mani herman.. Roni dan Bonar saling berebutan.. Roni masih tetap duduk, kini Bonar dan Herman jongkok.. Mengocok-ngocok kontol murid mereka yang besar.. dan bersamaan pekikik tertahan dari mulur Roni.. Crott..crott. … crottt. .tumpah lah seluruh mani Roni.. Ketiganya sama-sama puas. Herman dan Bonar menjatuhkan diri disamping Roni. Ketiganya saling berpelukan. ” Hebat,… kita harus sering- sering ngentot sekarang. “… Kata Bonar. ” Yah…. Kalo ada jam kosong, kita manfaatin buat ngentot.. ” kata Herman. ” Boleh Pak..” Jawab Roni. ” Man,.. lain waktu, kita ajak murid yang lain, kita kentotin sama-sama.”.. Herman tersenyum.. ” Tapi.. ” sambung Herman..” pilih yang kontolnya besar.. aku suka sama kontol yang besar.. “.. lanjut Herman. ” Pak,.. saya juga boleh ikut ngentot khan..?.. Roni memelas.. Herman langsung mengulum bibir Roni. ” Pasti Ron.. “katanya.. ” Nggak rugi ngajak kamu ngentot. Katanya lagi sambil tangannya membelai-belai kontol Muridnya. ” Ayo.. kita pulang. Malam ini, kalian berdua tidur dirumahku saja. Kita habiskan malam minggu dan hari minggu ini dengan ngentot sampai puas.. ” usul Bonar.. Roni tersenyum puas. Ah.. nikmatnya hukuman seperti ini. Kalo dia salah dan selalu kena hukum, apalagi kalo hukumannya disuruh ngentot, dia pasti akan buat ribuan kali kesalahan.. pikirnya, sambil terus membayangkan apa yang akan terjadi di rumah Pak Bonar nanti.

Related posts