Kisah Istri Yang Ceraikan Suami Gara-gara Tidak Puas Sejak Malam Pertama

 – ESIH (23), bukan nama samaran mengaku akhirnya menyesal telah dinikahi seorang pria yang memiliki wajah artis tampan. Sebab ketampanan dan tubuh berotot yang dimiliki Jojo (24), nama samaran pria yang telah menikahinya, ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan batin Esih.

Esih tak kuasa menahan kecewa dengan kemampuan Jojo di atas ranjang, hingga ia memutuskan berpisah dan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama.

Dilansir Radar Banten (Grup JPNN.com), sebelum memutuskan dinikahi Jojo, Esih mengaku sudah sangat hati-hati dalam memilih pasangan. Dia sebelumnya tidak mau mendapatkan pasangan hidup yang ujung-ujungnya mengecewakan.

“Saya memang pilih-pilih, Mas. Masa mencari laki-laki untuk pendamping hidup harus sembarangan. Sebab ia akan mendampingi saya sampai akhir hayat,” ujar Esih.

Wanita yang menggeluti dunia modeling ini memiliki standar tinggi. Dia menginginkan laki-laki sempurna, baik lahir maupun batin. Jojo sendiri, secara lahir sudah sesuai dengan kriteria Esih. Pria itu memiliki tubuh tinggi, berotot, terlihat jantan, sangat mirip dengan Christian Sugiono.

“Jujur Mas, saya mengagumi Christian Sugiono. Makanya setelah bertemu dengan Jojo yang mirip artis, saya mau diajak nikah,” akunya.

Esih bertemu Jojo di sebuah tempat kebugaran di Jakarta, dari situlah sang pangeran mendapatkan good looking-nya. Terlebih Jojo berdarah campuran Indonesia-Australia, tentu saja dengan darah Negeri Kangguru yang mengalir membuat wajah Jojo wow banget.

Namun bukan berarti Esih langsung kepincut olehnya. Sebab sebagai model, bertemu dengan laki-laki berdarah campuran bukan hal baru.
“Cowok ganteng itu bukan sekali dua kali bertemu, Mas. Banyak pasangan model saya yang ganteng-ganteng. Jangankan berdarah campuran, dengan orang Australia asli pun saya pernah berfoto model,” aku Esih.

Baca Juga :  Niat Kuasai Harta, Handoko Palsukan KTP Istri

Jojo sendiri bukan model, ia memiliki usaha di bidang ekspor impor di Jakarta. Hal itu pula poin plus Jojo yang membuat Esih menyukainya.
“Saya tidak mau berpacaran dengan model lagi. Saya tahu kehidupan mereka, lebih banyak sakitnya dibandingkan senangnya. Makanya saya mau dengan Mas Jojo, karena dia bukan model,” terang Esih.

Selain itu, Jojo sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Selama pacaran, Esih sering diajak Jojo saat melakukan perjalanan bisnis.
“Tujuan utamanya kebanyakan Tiongkok dan Amerika. Tapi saya sering diajak melipir ke Eropa, atau negara-negara lain,” aku Esih.

Wah, seorang model diajak ke luar negeri, pasti ada apa-apanya nih selama di luar negeri? Ditanya seperti itu Esih malah tersenyum, sebab Jojo menurut Esih tidak pernah meminta yang macam-macam.
“Jujur Mas saya bukannya berkelit, tapi Mas Jojo tidak pernah meminta yang macam-macam. Menginap di hotel saja selalu di kamar berbeda,” kata Esih.

Esih berkata jujur, Jojo memang tidak pernah macam-macam dengan Esih. Awalnya Esih mengira Jojo ingin berlaku layaknya lelaki sejati, namun akhirnya Esih tahu alasan sebenarnya.

“Setelah saya menikah, saya baru mengerti mengapa Mas Jojo saat pacaran selalu ingin tidur terpisah. Sebab ia punya masalah dengan kejantanan,” terangnya.
Esih mengetahui itu setelah berstatus sebagai istri, tapi saat pacaran ia tidak mengetahuinya. Makanya Esih kecemplung dalam kolam cinta Jojo, ia merasa mendapatkan pangeran dari kerajaan antah berantah.
“Bayangkan Mas, saya dapat cowok putih tinggi berotot, dari keluarga berdarah campuran, kaya raya lagi. Lalu pribadinya juga tidak sombong, bahkan sopan menjaga kehormatan saya. Waktu masa pacaran, saya ingin cepat-cepat menikahinya karena penasaran ingin memiliki seutuhnya,” tutur Esih.

Masa pacaran mereka, lanjut Esih, berjalan selama satu tahun. Setelah itu mereka langsung naik ke panggung pelaminan. Malam pertama pun digelar, Jojo menyiapkan sebuah kamar eksotis di Kepulauan Seribu. Saat itulah rahasia besar Jojo terkuak, Esih mendapati sang pejantan tidak mau berotot.
“Andaikan itu terbuat dari karet, saya ingin pompa biar cepat berkembang. Tapi ini enggak tegang-tegang, kesel tau,” keluh Esih.

Persoalan yang sama terus menghantui rumah tangga Esih. Gara-gara itu sang model melayangkan permohonan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.
“Setelah saya curhat dengan banyak orang, mereka bilang kepuasan di atas ranjang itu juga penting. Kalau lawan enggak bisa berkelahi, mendingan sudahi saja secepatnya,” katanya.

Namun di balik itu semua, ternyata masih ada rahasia lain di balik ketidakjantanan Jojo. Terkuak di dalam proses mediasi, jika Jojo juga memiliki rasa kecewa dengan Esih.,,,,,,,,,,,

Related posts