Sambutan Meriah untuk Kepulangan Lalu Zohri ke Tanah Air


Dalam sepekan terakhir, nama Lalu Muhammad Zohri seketika menjadi perbincangan hangat. Torehan prestasinya yang mencengangkan dengan meraih juara dunia di ajang lari 100 meter putra bertajuk ‘IAAF World Championship U-20’ di Finlandia, menjadi pemicunya. 
Bersamaan dengan itu, kemudian muncullah kisah-kisah heroik dan melankolis tentang latar belakangnya. Yang paling mencuat adalah mengenai kondisi rumahnya yang sederhana di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. 
Bantuan pun langsung berdatangan dari kanan-kiri. Ada yang niat merenovasi, tak sedikit pula yang langsung menghadiahkannya rumah. 
Ya, Zohri dengan segala gerak-geriknya kini telah menjadi perhatian banyak pihak. Dan, segala perhatian itu dipastikan bakal mencapai puncaknya manakala ia pulang ke Tanah Air.
Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengonfirmasi kepulangan Zohri pada Selasa (17/7) pukul 23.00 WIB melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Momentum itu pun tak disia-siakan Kemenpora dengan menggelar seremoni meriah untuk menyambut kepulangan Zohri. 
Dalam rangkaian acara yang diterima kumparanSPORT, Zohri akan disambut langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Ada dua skenario yang disiapkan yakni menyambutnya di area kedatangan atau terminal keberangkatan. Selain Imam, hadir pula perwakilan dari Komisi X DPR RI, Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan, dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB).
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari seluruh pihak yang hadir dengan diselingi pertemuan Zohri dengan keluarganya. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan atau bonus dari berbagai pihak. Acara ditutup dengan sambutan langsung dari Zohri. 
Berlomba di Ratina Stadium, Kota Tampere, Rabu (11/7/2018) pukul 20:02 setempat atau Kamis (12/7) dini hari WIB, Zohri dinobatkan sebagai juara dunia usai finis tercepat 10,18 detik sekaligus menorehkan sejarah bagi Tanah Air. Hasil terbaik Indonesia hanya posisi kedelapan di turnamen yang sama pada 1986.
Di Tampere, torehan emas didapatkan Zohri usai mengalahkan dua sprinter andalan Amerika Serikat, Anthony Schwartz yang finis 10,22 (.211) detik dan Eric Harrison dengan 10,22 (.220) detik. Di bawahnya lagi, ada pelari lain asal Afrika Selatan, Jamaika, Inggris, Swedia, hingga Jepang.

Related posts